Pengawasan Petugas DPU Sangat Minim
BANYUASIN, SuaraSumselNews | PROYEK pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Banyuasin dengan Kabupaten PALI diduga pekerjaannya asal asalan.
Bahwa proyek jembatan Rantau Bayur berlokasi di Dusun Pengumbuk Desa Tebing Abang, Kecamatan Rantau Bayur, adalah proyek lanjutan dan di mulai pekerjaannya Oktober 2020 lalu.
BANYUASIN, SuaraSumselNews —–
PROYEK pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Banyuasin dengan Kabupaten PALI diduga pekerjaaannya asal asalan.
Bahwa proyek jembatan Rantau Bayur berlokasi di Dusun Pengumbuk Desa Tebing Abang, Kecamatan Rantau Bayur, adalah proyek lanjutan dan di mulai pekerjaannya Oktober 2020 lalu.
Terkait dugaan tersebut, diantaranya tokoh masyarakat Rantau Bayur, Pak Masohan MD (47) merasa geram melihat pekerjaan jembatan ini dikerjakan terkesan asal asalan. Dan lagi ditambah minimnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait.lainnya.
Dia menilai pengerjaan jembatan ini sangat mengecewakan. Hal ini terlihat dari pengikatan bagian besi-besinya sepertinya sangat diragukan dan kurang baik.
Bahkan, kata para pekerja disini akan langsung dilakukan pengecoran. Tapi kami melihat, pemasangan besinya pun belum sepenuhnya siap. Makanya, disinilah lemah dari pengawasan. “Kami khawatir, pemasangan besi belum siap langsung dicor. Dan tentu diragukan akan kualitas bangunan ini nantinya,” jelas Masohan, Kamis kemarin (14/1).
Selain pemasangan besi belum siap, pihaknya menduga jarak pemasangan besi kurang pas. Bahkan sampai ditiadakan sama sekali. Lihat saja jarak besi hampir 1 meter jaraknya.
” Ini kan nantinya di gunakan untuk orang banyak dan akan di lalui kendaraan yang bertonase besar? Apa tidak akan membahayakan, ” terangnya.
Pak Masohan meminta pihak terkait benar-benar turun keep lokasi untuk mengawasi pekerjaan jembatan ini. Utamanya, Dinas PU Binamarga Banyuasin harusnya pengawasan standby di lokasi pembangunan. Khusus pada saat pemasangan besi di area laut itu.
“Sepengetahuan saya belum ada petugas PU yang memantau langsung pemasangan besi-besi ini. Apalagi sampai mengontrol lebih detail pembangunan jembatan, ” jelasnya.
Bukan itu saja, pengerjaan jembatan ini sangat mencurigakan, karena diduga tidak pernah melakukan pengecoran pada siang hari. Karena, setiap pengecoran, pasti dilakukan pekerja di malam hari. Ironisnya, idak ada pengawasan sama sekali.
Sementara, petugas pengawas pengerjaan proyek Bagong mengatakan, untuk pemasangan besi-besi itu memang belum dipasang. “Ya, setiap pengecoran pada malam hari. Karena pemasangan besi belum siap pada siangnya, ” paparnya. (*)
laporan : temi jen husni







