PALEMBANG, SuaraSumselNews – Wali Kota (Wako) Palembang Ratu Dewa merespons padatnya arus kendaraan luar daerah yang mulai memadati pusat kota dan sekitarnya. Ya, ada 8 instruksi wako dan meminta seluruh OPD dan Camat bersiaga dan memantau lapangan guna menjamin kenyamanan warga selama perayaan Idulfitri 1447 H.
“Saat ini terpsntau, volume mobil dari luar kota yang masuk ke Palembang melonjak tinggi. Saya sudah keliling ya, jadi semua OPD dan camat jangan anggap kondisi ini sekadar rutinitas, pemerintah harus hadir untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik yang pulang kampung maupun warga lokal,” ujar Ratu Dewa saat berikan arahan, Rabu (18/3).
Ada 8 instruksi dari wali kota yang wajib dijalankan:
1. Ikon Wajah Kota
Ratu Dewa menekankan kondisi Ikon wisata seperti Benteng Kuto Besak (BKB) dan Jembatan Ampera menjadi fokus utama.
Mantan Sekda Palembang itu menginstruksikan Satpol PP bertindak tegas namun tetap humanis terhadap gangguan ketertiban, mulai dari pengamen yang memaksa hingga praktik tukang tato liar yang meresahkan pengunjung.
2. Kelancaran Lalu Lintas dan Lampu Jalan :
Dinas Perhubungan (Dishub) harus aktif dan tidak sekedar mengatur lalu lintas di pusat perbelanjaan, lebih dari itu harus memastikan patroli lampu jalan (PJU).
Jangan sampai ada sudut kota yang gelap, karena kegelapan adalah undangan bagi tindak kriminalitas,” tegasnya.
3. Kebersihan Kota dan Masalah Sampah :
Mengantisipasi libur panjang Idul Fitri 1447 hijriah, biasanya volume sampah kota Palembang melonjak drastis. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) wajib memonitor TPS dan area perbatasan secara berkala.
Instruksinya jelas: angkut segera, jangan biarkan sampah menumpuk dan merusak suasana lebaran.
4. Kondisi Jalan dan Infrastruktur :
Instruksi penting lainnya, Ratu Dewa meminta Dinas PUPR dan Perkimtan sigap menutup lubang jalan yang membahayakan pemudik serta memangkas pohon rawan tumbang.
Kemudian soal Lampu jalan, Ratu Dewa meminta Lampu Hias Ampera dan Tugu Air Mancur menyala sempurna untuk mempercantik wajah kota di malam hari. Spanduk liar pun tak luput dari perintah penertiban agar estetika kota tetap terjaga.
5. Siaga Cuaca :
Mengingat curah hujan yang belum stabil, drainase harus dipastikan berfungsi optimal. Jajaran PU diminta waspada di titik-titik rawan genangan agar mobilitas warga tidak terhambat jika hujan deras mengguyur.
6. Penataan Pasar dan Ruang Publik :
Beberapa wisata favorit seperti Kambang Iwak (KI) dan pasar tradisional harus tetap tertata dan bersih. PD Pasar dan Satpol PP wajib memastikan Pedagang Kaki Lima (PKL) serta parkir liar tidak “memakan” badan jalan yang bisa memicu kemacetan parah.
7. Ketersedian Pangan
Bekerja sama dengan BPOM, Dinas Perdagangan diminta turun ke lapangan mengawasi stabilitas harga dan memastikan tidak ada makanan kedaluwarsa yang beredar.
“Warga harus merasa aman saat mengonsumsi pangan di pasar,” tambah Ratu Dewa.
8. Optimalisasi Pelayanan Publik
Meski sebagian besar warga menikmati libur panjang, Wali Kota menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan prima.
Koordinasi di bawah Sekretaris Daerah (Sekda) dan para Asisten akan diperketat melalui monitoring intensif.
“Saya tidak ingin ada laporan pelayanan publik terhenti karena alasan libur Idulfitri. Palembang sedang ramai, kehadiran kita adalah jaminan kenyamanan bagi warga dan pemudik,” tegas Ratu Dewa. (*)








