Tingkatkan SDM Hadapi Revolusi Industri 4.0
PALEMBANG, SuaraSumselNews- PELUNCURAN program pendidkan vokasi industri dalam rangka membangun link and match antara SMK dengan industri wilayah di Sumbagsel. Dan juga presmian Pabrik Pusri 2B, serta ground breaking bangun pabrik NPK 2,4 juta ton. Pelaksanaannya di Gedung Serbaguna PT Pusri Palembang, Jum’at (11/5).
Tampak hadir, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Menteri BUMN, Rini Soemarno, Dirjen Industri Agro Panggah Susanto, Ketua dan anggota DPR Komisi VI. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Sumatera Selatan, Bupati dan Wakil Kota, para pejabat eselon I, kementerian terkait. Juga para pemimpin perusahaan induatri dan kepala SMK dan para undangan lain.
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, perlu peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0. Makanya, diperlukan langkah strategis guna mengakselerasi penyediaan tenaga kerja yang terampil.
“Peningkatan SDM merupakan kunci, menangkan kompetisi di tengah era persaingan global saat ini. Terutama dalam menghadapi industri 4.0,” ujar Airlangga dalam sambutannya.
Katanya, hal ini merupakan tindak lanjut sebagai implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016, tentang Revitalisasi SMK. Di samping itu, fokus pemerintahan Jokowi-JK, tahun ini prioritaskan pengembangan kualitas SDM, setelah pembangunan infrastruktur.
“Sejalan dengan roadmap making Indonesia 4.0, kita perlu manfaatkan bonus demografi. Maksudnya, wujudkan aspirasi menjadikan Indonesia, sebagai negara dalam 10 besar ekonomi terkuat di dunia tahun 2030,” paparnya.
Untuk capai sasaran-sasaran tersebut, Kementerian Perindustrian terus melakukan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Salah satunya, penguatan pelaksanaan program pendidikan vokasi agar dilakukan secara masif dan terstruktur.
“Pembangunan SDM industri harus terus dilakukan untuk mencapai kualitas tenaga kerja yang kompeten. Tidak saja dari aspek keilmuan, tetapi lebih diutamakan penguasaan keterampilan dan attitude dalam bekerja,” tuturnya.
Sementara, Direktur Jenderal Industri Argo, Panggah Susanto menambahkan, untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagse), industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi link and match sebanyak 50 perusahaan dengan menggandeng hingga 198 SMK.
“Total hingga tahap enam, terdapat 618 perusahaan dan 1.735 SMK. Kami memberikan apresiasi terhadap antusias yang besar ini,” jelas Argo.
Program peluncuran program vokasi industri ini juga telah dilaksanakan di beberapa wilayah. Tahap pertama, di Jawa Timur, melibatkan 50 industri dan 234 SMK, diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tahap kedua, di Jawa Tengah, melibatkan 117 industri dan 392 SMK, diresmikan Menperin bersama Mendikbud.
Tahap ketiga di Jawa Barat, melibatkan 141 industri dan 393 SMK, diresmikan Presiden Joko Widodo. Tahap keempat, melibatkan 117 industri dan 226 SMK untuk wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, diresmikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Tahap kelima untuk wilayah DKI Ja dan Banten, ada 143 perusahaan industri dan 292 SMK yang akan di link and match kan.
Dikesempatan ini pula dilakukan penandatanganan kerja sama sebanyak 290 perjanjian oleh satu SMK yang dapat dibina oleh sejumlah perusahaan industri. Hal itu sesuai dengan program keahlian di SMK yang terkait dengan sektor industri. Selain itu, juga sebanyak 12 perusahaan memberikan hibah peralatan praktik kepada 110 SMK di Sumatera Bagian Selatan.(*)








贴纸和 GIF 是 电报中文版 聊天中的乐趣,丰富了用户的表达方式。