Terkait Terpuruknya Ekonomi
PALEMBANG, SuaraSumselNews | SEDIKITNYA puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Sumbangsel, lakukan aksi demo di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel.
Aksi massa HMI ini sebagai penyebab karena kondisi ekonomi Indonesia semakin terpuruk. Salah satunya, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, sempat tembus diangka Rp 15.000 per dolar.
Dalam aksinya massa sampaikan 8 tuntutan pada pemerintah Jokowi-JK melalui DPRD Sumsel. Pertama, massa mendesak pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok ditengah depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Memperluas ekspor dan menekan produk impor. Selanjutnya massa juga mendorong Bank Indonesia dan OJK dapat mengubah struktur kredit menjadi 70 persen untuk pelaku bisnis besar. Dan 30 persen pelaku bisnis menengah dan kecil hingga akhir tahun 2018.
Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumbangsel, Bambang Irawan, mengevaluasi, menagih, mendesak serta menuntut janji-janji pemerintah sebagai visi misi dari pemerintahan saat ini. “Ini sebagai bukti jika efektif mengelola negara karena kabinet tidak solid sehingga tidak bisa mewujudkan ekonomi mandiri,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Bambang, impor pangan terus terjadi ditengah ketersediaan produk lokal. “Impor pangan terjadi besar-besaran. Padahal stok pangan cukup besar. Kami meminta pemerintah serius dalam menangani persoalan ekonomi, agar rupiah tak lagi terpuruk,” katanya.
Sementara, anggota DPRD Sumsel yang menerima aksi unjukrasa massa HMI Sumbagsel, Bastari berjanji akan menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah pusat. “Kami akan sampaikan pada pemerintah pusat. Teruslah berjuang dengan cara kalian asal tidak anarkis. Kami pun akan berjuang dengan cara kami,” kilahnya. (*)




