Lesu, Bisnis Wisata Religi

Dampak Nilai Dolar dan Travel Nakal

PALEMBANG, SuaraSumselNews – KENAIKAN nilai dolar yang terus meningkat, berdampak pada semua sektor. Apakah itu harga bahan pokok dan kebutuhan skunder, kini merangkak naik. Begitupun sejumlah bisnis transaksionalnya yang menggunakan dolar.

Manajer Umroh PT Sriwijaya Mega Wisata, RM Henri Rivai.

Manajer Umroh PT Sriwijaya Mega Wisata, RM Henri Rivai mengatakan, dampak perekonomian saat ini dan terkoneksi naiknya nilai dolar. Utama terhadap transaksi Mega Wisata. Karena, transaksi pada calon jamaah gunakan nilai rupiah, ujarnya Rabu (11/7), di Kantor Mega Wisata, Jalan Jendral Sudirman No.75 Palembang.

“Transaksi jamaah umroh kepada PT Sriwijaya Mega Wisata dengan nilai rupiah. Sedangkan kami, transaksi pembayaran dengan  pihak hotel, acuannya nilai dolar,’’ terangnya.

Memang kata Hendri, saat ini bisnis wisata religi, kurang bergairah. Ditambah banyaknya travel umroh yang bermasalah. ‘’Tentu sangat berdampak pada jenis bisnis ini,’’ paparnya.

“Saat ini para jamaah umroh ingin biaya yang sangat murah. Hal itu kaitannya biaya bersama travel umroh ‘bermasalah’ kemarin yang lebih murah dengan fasilitas mewah,’’ urainya.

Terkait adanya travel nakal dimaksud, tentu para calon jamaah menjadi trauma untuk  berangkat ibadah umrah. “Terus terang biaya murah bukan solusi menjadi nyaman beribadah umrah. Dari Kemenag saja menentukan biaya standar Rp 20,5 juta,” ungkapnya.

Buktinya untuk Kota Palembang saja, travel umroh yang kantongi izin resmi dari Kemenag, sedikitnya 12 travel. “Hampir semuanya berpusat di Kota Palembang, termasuk travel kita,’’ tuturnya.

Makanya harap Hendri, kejadian travel umroh ‘nakal’ tak terjadi lagi. Dampak akibat kasus-kasus tersebut, masyarakat kurang yakin dan sangat berhati-hati untuk daftar umroh di travel wisata religi. (asr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *