Direktur RSUD Banyuasin Membantah
PANGKALAN BALAI, SuaraSumselNews- KINI Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyuasin menuai keluhan dari berbagai masyarakat. Kenapa tidak? Karena pelayanan yang di dapat jauh dari sempurna.
Buktinya bagi masyarakat yang akan berobat ke poli anak RSUD banyak yang mengeluh. Pasalnya, meski keluarga dan pasien datang lebih pagi dan antri, toh layanannya tidak juga maksimal seperti yang diharapkan.
Kepada SuaraSumselNews kemarin, sejumlah warga yang mengaku tinggal di Pangkalan Balai itu merasa miris atas pelayanan bagian poli anak RSUD Banyuasin. Mereka mengaku, sejak pagi pukul dari pukul 07.35 WIB sudah antri untuk mendapatkan layanan medis.
Namun apa yang mereka dapat? Nyatanya, hingga pukul 10.28 WIB, meski dokter anak sudah datang, tapi tetap belum juga memberikan layanan pada pasien. Makanya, tak heran keluarga pasien merasa tak puas dan berharap ada tindak lanjut dari pimpinan RSUD dan Bupati Banyuasin.
Terkait banyaknya keluhan dan laporan dari masyarakat, mendapat tanggapan dari Lembaga Evaluasi Monitoring Anggaran Negara (LEMAN) Kabupaten Banyuasin. Dan hasilnya dari inspeksi di lokasi, ternyata pelayanan RSUD disini, terkesan asal-asalan alias tak standar kesehatan.
Pimpinan LEMAN Banyuasin, Salim mengaku, pihaknya mewakili masyarakat tentunya sangat kecewa atas kejadian seperti itu. Apalagi kejadian dalam layanan medis anak-anak minus dari harapan.
Kami sangat kecewa dengan kejadian seperti itu. Orang lagi sakit toh disuruh nunggu berlama-lama. Ironisnya, tanpa penjelasan dari setiap petugas. Sedangkan bidang layanan sendiri mengatakan dokter tiba di rumah sakit pukul 08.00 WIB, tapi nyatanya seperti yang dikeluhkan. ‘’Kasihan pada anak-anak yang sakit menunggu panggilan berjam-jam,’’ ujar Salim dengan nada pesimis itu.
Katanya, diketahui pihak RSUD disini telah mengajukan untuk kenaikan kelas (type) dari C ke type B. Dengan layanan seperti itu, rasanya diragukan untuk mendapatkan predikat atau standar rumah sakit yang lebih tinggi lagi.
Makanya, pihaknya juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin segera melakukan evaluasi kinerja para petinggi dan petugas medis pada RSUD Banyuasin. ‘’RSUD ini milik masyarakat dan bukan milik pribadi. Dan jangan semaunya dalam memberikan layanan medis pada masyarakat,’’ tegas Salim dengan bersahaja itu.
Sementara, Direktur RSUD Banyuasin, dr Emi Lidia Arlini MSi, ketika di konfirmasi kemarin, dengan nada meninggi dia membatah. ‘’Ingat ya semua laporan dan keluhan yang disampaikan itu, tidak benar,’’ bantahnya.
“Petugas ada disana. Wajarlah yang namanya antre pasti semua keluarga pasien merasa tak puas. Ya tak hanya disini, juga RSUD Palembang seperti itu, terangnya. (*)





访问TG中文版下载,探索其丰富的功能,包括群组、频道、Bot和自定义贴纸。体验更灵活的沟通方式。