Lagi UPTB Samsat Palembang 1 Dapat Penghargaan dari LEPRID

PALEMBANG, SuaraSumselNews | SATU tahun lalu tepatnya tahun 2021 UPTB Samsat Palembang 1 menerima penghargaan pelayanan publik kategori Pelayanan Prima dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Dan kali ini kembali UPTB Samsat Palembang I mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia (LEPRID) atas prestasi Pendukung Pelaksanaan Gerakan Literasi Bahasa Isyarat Pertama di Indonesia pada tanggal 5 November 2022 yang lalu.

Kepala UPTB Samsat Palembang I, Firnaz Lustian SH MH, melalui Kasi pendataan dan Penagihan Yani Rohayani mengatakan, kemarin kita mendapatkan penghargaan lembaga prestasi Indonesia dunia (LEPRID).Artinya, kita mendapatkan penghargaan sebagai pelaksana gerakan bahasa isyarat yang pertama di Indonesia,” katanya, Selasa (8/11).

Yani mengungkapkan, penghargaan ini didapat karena kita mengadakan pelatihan bahasa isyarat sejak tahun 2020. Dan pelatihan bahasa isyarat dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) yang ada di Sumsel.

” Jadi kita mengundang gurunya untuk melatih bahasa isyarat untuk teman teman yang ada di loket bagian tata usaha penagihan. Ya seluruhnya belajar bahasa isyarat secara bergantian dan bisa sampai pada level 2,” ungkapnya.

Menurut Yani, kegiatan ini dilakukan pertama kali di Samsat Palembang 1 pada tahun 2020. Dan diinisiasi oleh kepala UPTB Samsat Firnaz Lustian.

Karena wajib pajak ini bukan hanya untuk kita yang bisa mendengar saja, akan tetapi ada juga teman teman penyandang disabilitas bisu tuli yang datang kesini untuk membayar pajak. Jadi kita mempermudah kepada mereka dalam melaksanakan pembayaran pajak.

Setelah kita melakukan pelatihan bahasa isyarat tersebut kepala UPTB Samsat Palembang 1 Firnaz Lustian merekrut pegawai penyandang disabilitas  bisu tuli pertama kalinya pada tahun 2021 yang bernama indah. Lalu sekarang kita tempatkan di bagian informasi dan ini betul – betul sangat membatu kami dalam melayani wajib pajak tuna runggu,” bebernya.

Selain melayani wajib pajak yang tuna runggu Indah juga bisa untuk melayani masyarakat yang biasa dengan di bantu dengan tulisan. Perlu diketahui sebelum kita mendapatkan penghargaan LEPRID juga mendapatkan penghargaan di acara hari tuli international di bulan September 2022 lalu. Utamanya atas prestasi mendukung kegiatan bahasa isyarat di Sumatera Selatan yang diberikan oleh (GERKATIN) untuk kesejahteraan tuna runggu indonesia.

Untuk kedepannya kita berharap akan terus melakukan inovasi inovasi lain agar bisa merangkul wajib pajak yang disabilitas. Selain dengan pelatihan bahasa isyarat, juga memperhatikan kaum disabilitas itu dengan memberikan sarana pelayanan. Seperti kursi roda, toiletnya tempat parkir disabilitas tempat pegangan untuk disabilitas serta ruang tunggu dan loket khusus disabilitas, juga,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Penetapan, Pembukuan dan Pelaporan Ardianzah SE MM menyampaikan, realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sampai sekarang 93,5% target untuk penghapusan biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) realisasi capaiannnya sampai saat ini 84,8%. Insha Allah di akhir tahun semua target ini bisa kita capai,” ujarnya.

Dikatakan Ardianzah, dalam sehari kami bisa melayani wajib pajak sebanyak 500 sampai dengan 700 kendaraan. Dan untuk pelayanan kita buka dari pagi jam 8.00 wIB dari hari Senin hingga Sabtu sampai jam 15.00 wib hari Sabtu sampai jam 11.00 wib,” jelasnya.

Ardianzah mengimbauan kepada masyarakat agar segera menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Karena kesempatan ini jarang terjadi dan jangan terlewat lagi. pajak. Tujuannya, untuk perbaikan Sumatera Selatan untuk semua.Juga program ini merupakan program Pak Gubernur H. Herman Deru dan program ini akan berakhir pada 31 Desember 2022,” pungkasnya.(*)
laporan : winarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *