Kuota SNMPTN 2019 Turun jadi 20 Persen

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Daya tampung kuota Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) tahun 2019 alami perubahan, untuk jalur SNMPTN mengalami penurunan jadi 20 Persen, dan untuk jalur SBMPTN meningkat menjadi 40 persen, sebelumnya 30 persen dan untuk USM maksimum 30 persen dari kuota daya tampung setiap program studi.

Universitas Sriwijaya (Unsri) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia sudah mendeklarasikan penerimaan mahasiswa baru 2019/2020 melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Hal di ungkapkan Rektor Unsri Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE, melalui Prof. Zulkifli Dahlan, MSi, selaku Humas dan Sosialisasi Unsri, Kamis (17/1/2019) di Gedung KPA Unsri Bukit Besar Palembang.

Terkait teknis pendaftaran pada jalur SNMPTN pada tahun 2019 tidak ada perubahan apapun, hanya saja kuotanya yang berkurang. Sekolah tetap berkewajiban mengisi PPDS dengan lengkap dan benar serta mendorong siswa dalam proses mendaftar SNMPTN.

“Teknis pendaftaran SNMPTN 2019 tidak ada perubahan, syarat dan lain-lainnya sama seperti sebelumnya. Hanya kuota atau daya tampungnya saja dikurangi,” ungkap Zulkifli.

Ia menjelaskan untuk pelaksanaan tes SNMPTN 2019 tahun ini dengan menggunakan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Para peserta tidak perlu khawatir, masalahnya system UTBK sama seperti dulu, kalau dulu menggunakan base on paper, dan harus ngumpul rame-rame ada yang macet jalan, dan bangun kesiangan di waktu sama, namun dengan sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer diharapkan dapat menekan lebih gampang dalan seleksi untuk masuk perguruan tinggi.

“Untuk pelaksanaan SNMPT Tahun 2019 ini, dikoordinisasi oleh LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) yang telah bersifat permanen, dan memiliki manajemen database terintegrasi. Dalam tahapan SBMPTN ujian menggunakan hasil UTBK (ujian tulis berbasis komputer) terbagi dari Tes Potensi Skolatik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA),” jelasnya.

Secara rinci biaya pendaftaran masuk SBMTN yakni 200 ribu rupiah dengan ketentuan, setiap siswa diperbolehkan memilih paling banyak dua program studi dari satu PTN atau dua PTN. Untuk jadwal pendaftaran dimulai dari 1 Maret -1 April, pelaksanaan 13 April – 26 Mei 2019, dan pengumuman Hasil UTBK 10 hari setelah pelaksanaan UTBK, dengan kuota sekitar 6.300 bagi penerimaan Strata 1.

Untuk batas ujian UTBK dibatasi hanya 22 kali tes dengan perkiraan 22.000 peserta, yang mana dalam satu kali tes berjumlah 1.000 peserta. “Pelaksanaan disetiap ruang seperti fakultas-fakultas dan sekolah, dengan menyiapkan fasilitas komputer, semoga aja sistem ini bisa berjalan lancar dan tanpa ada hambatan,” jelasnya.

Berikut Deskripsi SNMPTN Tahun 2019
PERSYARATAN SEKOLAH
1.SMA/MA/SMK yang mempunyaiNPSN.
2.KetentuanAkreditasi:
•AkreditasiA: 40 % terbaik di sekolahnya;
•AkreditasiB: 25 % terbaik di sekolahnya;
•AkreditasiC danlainnya: 5% terbaik di sekolahnya.
3.  Mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

PERSYARATAN PESERTA
1. Siswa SMA/MA/SMK kelas terakhir (kelas12) pada tahun 2019yang memiliki prestasi unggul;
2.Memiliki prestasi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN;
3.MemilikiNISN danterdaftardi PDSS;
4.Memilikinilairaporsemester 1 s.d.5 yang telahdiisikandi PDSS.
5.Peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah portofolio.

PILIHAN PROGRAM STUDI
1.Setiap siswa diperbolehkan memilih dua program studi dari satu PTN atau dua PTN;
2.Disarankan tidak boleh lintas minat (tergantung ketentuan PTN yang dituju)

PERSYARATAN PESERTA
1.Siswa SMA/MA/SMK/ Sederajat lulusan tahun2017, 2018 harus sudah memiliki ijazah.
2.Bagi siswa SMA/MA/SMK/ Sederajat lulusan tahun 2019 memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah, sekurang-kurangnya memuat informasi jati diri dan pas foto berwarna terbaru yang bersangkutan dengan ditandatangani oleh kepala sekolah dan dibubuhi cap stempel yang sah.
3.Memiliki Nilai UTBK.
4.Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi.
5.Memiliki NISN
6.Bagi peserta yang memilih program studi bidang Seni dan Olahraga wajib mengunggah Portofolio.
7. Biaya UTBK di tanggung oleh peserta dan subsidi pemerintah.

Sedangkan untuk Syarat UTBK, yakni terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang dirancang untuk memprediksi peserta mampu menyelesaikan studi di PerguruanTinggi.

  1. Siswa SMA/MA/SMK Kelas12pada tahun 2019 atau peserta didik Paket C tahun2019.
  2. Lulusan SMA/MA/SMK/ Sederajat tahun 2017 dan 2018 atau lulusan PaketC tahun2017 dan2018.
  3. Peserta diperbolehkan mengikuti tes maksimum dua kali dengan ketentuan sebagai berikut:
  4. UTBK kelompokSainteksatukali dan/ataukelompokSoshumsatukali; atau kelompok Saintek dua kali; atau Kelompok Soshum dua kali.
  5. Hasil UTBK hanya berlaku untuk penerimaan tahun 2019.
  6. Membayar biayaUTBK.

Untuk tahapan pendaftaran UTBK mendaftar melalui laman https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id menggunakan NISN dan NPSN untuk mendapatkan username dan password.

Sedangkan untuk peserta pelamar Bidikmisi dan ADik Siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan Bidikmisi. Calon peserta penerima Bidik misi atau ADik (AfirmasiPendidikan)  terlebih dahulu harus mempelajari prosedur pendaftaran program Bidikmisi atau ADik melalui laman: http://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.idhttp://adik.ristekdikti.go.id

Untuk Pendaftaran dimulai 1 Maret – 1 April 2019, pelaksanaan 13 April – 26 Mei 2019, untuk pengumuman Hasil UTBK 10 hari setelah pelaksanaan UTBK. (as)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Rastreador de celular – Aplicativo de rastreamento oculto que registra localização, SMS, áudio de chamadas, WhatsApp, Facebook, foto, câmera, atividade de internet. Melhor para controle dos pais e monitoramento de funcionários. Rastrear Telefone Celular Grátis – Programa de Monitoramento Online.