PALEMBANG, SuaraSumselNews – Terkait beredarnya pemberitaan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Perwira Menengah (Pamen) Mabes Polri, selaku kuasa hukum Kombes Herry Nixon angkat bicara dan menggelar konferensi pers di Hotel Clasie Palembang, Sabtu(1/9).
Dr Bahrul Ilmi Yakup SH MH CGL menyampaikan jika kliennya yakni Herry Nixon tidak benar melakukan penganiayaan dan penculikan terhadap Ade Okta Saputra.
“Semua itu tidak benar sama sekali. Tidak ada pencurian handphone dan jam yang dimaksud, bisa saja terlepas dan hilang saat mereka bertengkar. Mengenai mobil yang rusak, itu akibat dia Ade Okta Saputra sendiri. Dia yang memajukan dan memundurkan mobil hingga menabrak-nabrak, sekarang mobilnya berada di Polresta Palembang,” jelas Dr Bahrul Ilmi Yakup SH MH CGL.

Ketika adanya tembakan di empat sisi ban mobil korban, kuasa hukum Pamen Mabes Polri yang bertugas sebagai Analisis Kebijakan Madya Bidang Ops Sops Polri ini mengatakan yang melakukan tembakan tersebut bukan Kombes Herry Nixon.
“Anggota Polsek lah yang melepaskan tembakan itu. Saat itu anggota sedang melakukan patroli,” tandasnya.
Bahrul menjelaskan soal kliennya di Kota Palembang, menurutnya, kliennya sedang dalam tugas pengamanan Asian Games.
Ia menjelaskan, kliennya adalah korban cek kosong. ”Korban itu menipu klien kami, kebetulan sedang ada di Palembang dalam rangka pengamanan Asian Games, tidak sengaja melihat kendaraan Ade kemudian bertemulah dan bicara baik baik. Setelah bicara klien kami ajak Ade masuk kedalam mobil dengan tujuan membawanya ke pihak Polresta Palembang,” jelasnya.
Sementara Anton SH, saksi Kombes Herry Nixon yang berada dilokasi saat kejadian menerangkan jika dirinya bersama empat rekannya tengah melintas di kawasan Sukatani, dan disitu melihat kendaraan Ade hingga akhirnya sempat menghubungi pihak Polresta Palembang untuk menindaklanjuti laporan mereka atas penipuan yang dilakukan Ade.
“Kita ngajak ngobrol baik-baik. Ade pun dengan biasa saja masuk kemobil. tetapi sesampai disimpang tiga, posisi kan ada mobil yang mau keluar, jadi kita kan menunggu. Saat itulah ade melompat dari pintu sebelah kiri,” ujar Anton.
Anton menjelaskan, kalaupun ada letusan tembakan itu bukan dari Herry Nixon, melainkan ada anggota Polsek Sako yang sedang berpatroli. Karena ada yang berteriak maling. makanya anggota sempat memberikan tembakan peringatan.
“Ade setelah melompat dari mobil diamankan oleh masyarakat. Lalu dilarikan oleh istrinya. sebenarnya tidak ada kekerasan disana. Bahkan istri Ade sempat bicara kepada Herry Nixon dengan mengatakan “om sudah om, nanti kami bayar uangnya,” mobilnya pun sekarang ada di Polresta,” jelasnya. (@)









探索Telegram的强大功能!访问电报下载,了解其加密聊天、大型群组、频道和Bot生态系统。体验更强大的通讯工具。