oleh

Kita Ingin Palembang Jadi Contoh Kota Transportasi Massal Terbaik

Talk Show Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum

PALEMBANG, SuaraSumselNews | NGOBROL bareng Pak Menhub dengan mengangkat tema “Milenial Back to Transportasi Publik”. Dengan narasumber,Jialyka Maharani S.1.Kom Anggota DPD-MPR RI dan Menteri Perhubungan RI Dr.(HC). Ir. Budi Karya Sumadi serta Prof. Dr. Hj. Erika Buchari. M.Sc Akademisi Universitas Sriwijaya, Fikri Haikal sebagai Moderator Ketua PaSKI Sumsel, melalui instagram.com/palembangkulukilir, Kamis (9/6).

Dalam rangka Launching Feeder LRT Musi Emas BPTD VII. Kehadiran Angkot Modern “Feeder LRT Musi Emas” Angkot ber Ac yang bikin Sobat7 berasa naik Mobil Pribadi. Dengan fasilitas yang aman dan nyaman pembayaran dengan kartu tab ayo kembali ke angkutan umum.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, bahwa transportasi di perkotaan itu ramai sekali bahkan macet seperti apa yang terjadi di kota kota besar, terutama yang ada di Kota Palembang. “Kalau macet kan tidak enak,” katanya.

Budi mengungkapkan, maka dari itu kita ingin sekali agar perjalanan tidak terkena macet, salah satunya kita menggunakan kendaraan massal yang telah ada di Palembang, seperti LRT. Dimana telah kita ketahui pemerintah sudah mengeluarkan anggarannya sebanyak Rp 10 triliyun untuk membangun LRT tersebut.

Sekarang ini kita ingin Kota Palembang menjadi salah satu contoh kota dengan satu transportasi massal terbaik yaitu LRT, BRT, dan istimewanya lagi bagi pelajar naik LRT itu hanya Rp 25 ribu selama satu bulan. Dan naik angkotnya gratis. Hal ini merupakan satu gerakan untuk menjadikan masyarakat cinta pada angkutan massal dan akhirnya menjadikan kebiasaan dilakukan dengan baik semoga apa yang dilakukan hari ini bermanfaat untuk kita semua,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Nasib Guru Honorer Jangan Khawatir, Tunggu Solusinya Lebih Lanjut

Jialyka Maharani S.1.Kom sebagai Anggota DPD-MPR RI yang berasal dari Kota Palembang menyampaikan, berdasarkan pengalaman pribadi sewaktu masih kuliah, saya adalah pengguna aktif dari transportasi publik bus busway KRL dan itu sangat efektif untuk menghemat pengeluaran mahasiswa yang keuangannya pas pasan dan bener bener sangat efektif.

Sosialisasi itu sangat penting karena pada awal melihat KRL itu sepertinya ribet akan tetapi setelah di jalani rutenya kemana mana itu yang harus difahami oleh teman teman. Dan itu yang harus di sosialisasikan oleh teman teman agar menepis naik transportasi publik itu ribet dan susah padahal naik transportasi publik itu nyaman dan gampang sekali.

“Hal seperti ini juga hendaknya harus dilakukan oleh milenial yang ada di Kota Palembang dan sangat bermanfaat. Karena kalau di Jakarta jalannya jauh jauh, maka transportasi publik itu sangat di butuhkan. Kalau di Palembang jaraknya berdekatan macetnya tidak separah Jakarta. Mungkin untuk kesadarannya untuk menggunakan transportasi publik itu kurang,” urainya.

Dijelaskan Jialyka, Penggunaan transportasi publik ini mungkin harusnya bisa kita jadikan trend kebanyakan juga anak anak muda ini tidak mau menggunakan transportasi publik ini. Karena gengsi dan mainshet nya harus di rubah oleh anak anak muda yang ada di Kota Palembang. Bahwa untuk menggunakan transportasi publik itulah yang keren karena kita bisa berkontribusi dalam polusi udara menghemat dan lain sebaginya.

“Kita harus bangga karena kita sudah memiliki transportasi LRT tentunya fasilitas fasilitas yang sudah di sediakan oleh pemerintah tapi kurang dimaksimalkan oleh masyarakat yang ada di kota Palembang terkhususnya kaum milenial.

BACA JUGA:  Banyak Pengusaha Galian Tanah Banyuasin, Abaikan Perbup

Dengan inisiasi Pak Menhub sekarang di Palembang diberikan fasilitas dengan kehadiran Angkot Modern “Feeder LRT Musi Emas”. Mode transportasi terusan benar benar sangat membantu dan tidak ada alasan untuk anak muda yang tidak menggunakan transportasi yang sudah komplit. Seperti itu apalagi sudah di keluarkannya kartu berlangganan senilai Rp 25r ribu selama satu bulan untuk pemakaian sepuasnya.

Optimalisasi untuk menurunkan gengsi menggunakan angkutan umum dari segi fasilitas pemerintah dan Menhub sudah sedemikian rupa memberikan fasilitas terbaik. Apalagi di Kota Palembang sudah ada angkot modern. Maka berbanggalah orang Palembang bahwa moda transportasi kita hanya di kota Palembang yang ada LRT nya.

Sementara, Prof. Dr. Hj. Erika Buchari. M.Sc Akademisi Universitas Sriwijaya, mengungkapkan, sejak dari masa sekolah masa kerja tergantung efektivitas kalau macet kita terobos naik angkutan umum. Palembang harus siap siap untuk menyediakan angkutan umum bagi orang yang ingin beralih ke angkutan umum sekarang.

Dari hasil reset terakhir 2021 baru 4,95% pengguna angkutan umum di luar angkutan online sekarang harus kita sediakan itu naik target kita dengan integrasi moda ini kita harus naikkan jumlah penumpang itu 60% itulah manfaat dari integrasi moda yang sudah kita laksanakan dan sudah kita launching kan yang pertama beberapa bulan yang lalu dan launching kedua ini tanggal 11 Juni 2022 nanti,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pangdam II/Swj Pimpin Sertijab 2 Pejabat Kodam

Erika menuturkan, kita sosialisasikan juga untuk pembayaran angkot modern ini menggunakan tab and money untuk oplet dan sopir nya itu akan di lebihkan kartunya untuk dia sendiri selama tiga bulan pertama di tab kan untuk melatih agar semua orang punya kartu tab.

Untuk pertama benar benar gratis untuk latihan pertama saja jadi mumpung masih gratis, kita memanage jadwal angkot tersebut seperti tidak boleh ngetem ngebut ada jamnya dan terpantau dari monitoring centralnya jadi angkot ini benar benar aman dan untuk rute sementara hanya ada dua rute saja dulu,” tuturnya

Sejak launching integrasi moda beberapa bulan yang lalu penumpang LRT itu naik terus bahkan pernah mencapai 28 ribu sehari. Di sini kelihatan banyak anak muda trend sekarang sudah mulai naik LRT dan merasa tidak malu. Tetapi naik angkot masih malu dengan alasan karena angkotnya jelek. Makanya dengan contoh angkot yang baru datang ini insha Allah angkotnya bergensi dengan fasilitas cctv dengan tetring gratis selama dalam perjalanan dan ber AC.

Erika mengharap, untuk milenial jangan malu menggunakan publik transport angkutan umum jangan malu untuk mencoba jalan kaki kita bersyukur di Palembang sudah memiliki LRT dan 5 moda transportasi. Tahun-tahun kedepan kita akan lebih sulit lagi terurama masalah BBM.

Jadi kalau kita menggunakan angkutan umum dan pemerintah mensuport dengan angkutan umum kita tidak kesulitan dan kita tidak akan menemukan tekan tekanan hidup,” pungkasnya. (*)
laporan : winarni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.