Kisah Misteri, The Liem’s Family in The Old River House

Film The Liem’s Family in The Old River House mengangkat kisah keluarga dengan latar belakang akulturasi budaya Tionghoa – Melayu (lokal), dikemas dalam balutan genre mystery-comedy-horror dengan scene lokasi kawasan sungai Musi dan Kota Palembang.

Keluarga Liems dengan berbagai karakter misterius dan supra natural tinggal di rumah tradisional tua ditepi sungai Musi, rumah ini memiliki kekuatan dua dimensi, yang muncul dan menghilang ditepi Sungai Musi dan rumah itu menelan orang-orang yang diinginkan seperti turis tampan karena anak perempuan Liem suka menculik mereka, dan banyak lagi cerita misteri lainnya dari Ayah, Ibu, Bibi monster, dan Mumi sungai yang mereka semuanya sebagai satu keluarga besar.

Menghilangnya turis-turis karena ditelan oleh rumah Liem ini menjadi kasus di Kota Palembang sebagai kota sungai fenomenal yang mengundang Interpol, jurnalis internasional, bahkan pemburu rumah misteri.

Keluarga Liem ini mereka sebenarnya adalah keluarga yang ramah tetapi sedikit menyeramkan dan siap menghadapi sesuatu yang akan dihadapi keluarga mereka di masa depan. Ketika dua dimensi terbuka terkadang datang makhluk-makhluk aneh lain juga.

Juga karena kecintaan mereka pada masyarakat sungai di sekitar rumah membuat mereka menetap di antara dua dimensi. Genre serial The Liems Family in the Old River House ini merupakan perpaduan dari drama romantis seru, penuh canda, fantasi horor hingga misteri.

Executive Producer : Arvin Miracelova, Producer : Yudi Suhairi, dan beberapa co-executive producer lokal Palembang
Tunggu kehadirannya……..

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Untuk menumbuh kembangkan dunia film di Kota Palembang, serta mengangkat sejarah serta menampilkan objek wisata menjadi focus, serta banyaknya komunitas film dan pelaku film di Kota Palembang, kini sudah hadir Studio Film dan Sanggar ‘Palembang Novela’ di Jalan Hokky Blok C, No. 21, Kampus ex POM IX, Palembang, Sumsel.

Dengan hadirnya studio film dan sanggar Palembang Novella merupakan wadah talenta kreatif di bidang sub sektor film, selain itu di sanggar ini juga dibuka kelas akting, penulis skenario, screen ligting, make up, news anchor, presenter dan MC, ungkap Produser Palembang Novela, Yudi Suhairi, usai peresmian, Jumat (4/6/2021) sore.

“Kedepannya akan membuka kelas editing film dan cameramen, kelas Akting, skenario film, make up, dan presenter,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini Palembang Novella akan membuat film dengan konsef di sepanjang Sungai Musi, mulai dari Warung Buncit, Kampung Al Munawar, Kampung Kapitan.

“Yang pertama yang akan di produksi film The Liem’s Family in The Old River House ini dengan genre komedi, fantasi dan misteri, film series ini rencananya akan ditayangkan di platform digital (pay per view), tayangnya nanti di platform palembangnovelacitytv.online dan beberapa platform lainnya termasuk genflix,” ungkapnya.

Untuk hasil karya dari Palembang Novela nantinya per series akan tayang di genflix, selain itu Palembang Novela memiliki platform sendiri yaitu palembangnovelacitytv.online.

Dalam pembuatan film nanti, Palembang novella bekerja sama dengan Bali Wood, dimana ada Arvin Miracelova merupakan orang Palembang yang tinggal di Bali. Selain itu Palembang Novela akan mencari beberapa talent dengan cara open casting, guna meluncurkan film series berjudul The Liems Family.

“The Liems Family yang menceritakan rumah tua di tepi sungai, dengan mengangkat akulturasi budaya melayu tiongha, dengan genre horor, fantasy dan komedi,” jelasnya.

Dalam penggarapan film nantinya, Palembang Novela telah bekerja sama dengan beberapa talent diantaranya, Bujang Gadis Palembang (BGP) dan di SDM pasca produksi serta produksi bekerja sama sengan siswa SMA Kusuma Bangsa (Kumbang) Palembang, yang memiliki ekstrakurikuller dalam membuat film.

“Palembang Novela hadir untuk mengembangkan potensi wisata dan film di Kota Palembang. Sehingga, dengan membuat film di tempat tertentu di Kota Palembang, seperti sepanjang Sungai Musi, mulai dari warung Buncit, Kampung Al Munawar, Kampung Kapitan dengan demikian bisa menciptakan pariwisata baru,” harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata, Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan, dengan hadirnya Palembang Novella ini merupakan sejarah baru di Kota Palembang.

“Berdiri sebuah sejarah, sanggar Palembang Novela, untuk dijadikan rumahnya para sineas yang ada di Kota Palembang,” ungkapnya usai meresmikan Palembang Novella.

Menurut Isnaini, dengan adanya Palembang Novela dapat mengenalkan Kota Palembang ke dunia.

“Kota Palembang yang dijuluki dengan Kota Kreatif Kuliner dan di kenal dengan makanan pempek, maka sudah selayaknya, subsektor film bisa di kembangkan juga, sehingga mampu mengangkat Kota Palembang,” jelasnya.

Menurutnya, Pemkot Palembang akan siap membantu para seniman, dalam berkretifitas di dunia perfilman. “Selama ini, komunikasi sudah dilakukan, apa yang dibutuhkan untuk kelancaran akan di bantu,” tutupnya.(@5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *