Karhutla Sumsel Meningkat, 472 Hektare Lahan Terbakar

PALEMBANG, SuaraSumselNews | BALAI Pengendalian Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan, Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera, menilai kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel mengalami peningkatan sejak Januari hingga Mei 2022.

Kepala PPIKHL Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, mengatakan sejak Januari-Mei sudah ada 472,07 hektare lahan di Sumsel yang mengalami karhutla. Jumlah itu pun lebih besar dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.

Menurutnya, data tersebut berdasarkan analisa dari citra satelit dan diperkuat dengan konfirmasi atau validasi lapangan. Di mana jika pada periode serupa tahun lalu lahan yang terdampak karhutla hanya 100 hektare.

“Tahun ini jumlah lahan yang terbakar lebih besar dari tahun lalu. Tapi lebih kecil jika dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 626,66 hektare,” katanya.

Ferdian menjelaskan, lokasi yang mengalami dampak karhutla berada di 10 kabupaten, dan yang terluas berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yakni 90 hektar.

Kemudian, Muratara dan Ogan Komering Ulu (OKU) seluas 83 hektare, serta Musi Banyuasin seluas 68 hektare, dan Ogan Ilir seluas 57 hektare. PALI 43 hektare, Muara Enim 30 hektare, Musi Rawas 10 hektare, Lahat, dan OKU Selatan 5 hektare.

“Kami terus berupaya mencegah terjadinya karhutla ini dengan tetap melakukan kegiatan patroli,” katanya.

Patroli yang dilakukan baik secara mandiri melalui personel Manggala Agni dan patroli terpadu yang merupakan gabungan bersama kepolisian, TNI, dan BPBD di daerah. Kemudian, memperkuat deteksi dini melalui monitoring hotspot harian.

“Kegiatan patroli juga dibantu dengan adanya lima helikopter dari BNPB. Helikopter itu juga bisa untuk water bombing,” paparnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

Berita Terkait