MUARA BATUN, SuaraSumselNews | TINGGAL dua pekan lagi kita akan menyambut ramdhan. Biasanya menjelang dekat ramadhan pasar tradisional di Desa Muara Batun Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sudah padat pembeli. Namun nyatanya, saat ini masih sepi dari pembeli.
Bila dibandingkan dengan pusat oerbela Situasi berbanding terbalik dengan kondisi pusat perbelanjaan modern di kawasan Jakabaring Palembang. Tentu beda karena banyak dipadati oleh pengunjung dan pembeli.
Mungkin sepinya pasar tradisional itu, selain karena kondisi harga gabah milik petani yang masih murah. Sehingga daya beli rendah. Jadi sepinya pembeli di pasar tradisional (Kalangan) di Desa Muara Batun juga disebabkan oleh masih banyak warga yang belum memiliki pekerjaan.
Sepinya pembeli di pasar tradisional (kalangan), Muara Batun. berdasarkan pantauan media ini aktivitas transaksi jual beli masih belum banyak terlihat. Sebagian besar lapak milik pedagang di kalangan) disini semua terlihat dibuka.
Pembeli tetap sepi, meski lapak milik pedagang yang menjual berbagai aneka barang dagangan sudah dibuka. Meski ada pembeli hanya ada beberapa pembeli yang terlihat membeli bahan kebutuhan pokok.
Menurut salah seorang pedagang, Evi, pasar kalangan Muara Batun ini masih sepi dari pembeli,” katanya Senin, (29/3) seraya menyebutkan harga relatif stabil.
Sepinya pembeli berpengaruh ke harga. pedagang cabai, Ros, mengakui harga cabai rata-rata turun Rp 2-3 rib. “Sekarang harga cabai rawit merah turun. Padahal satu bulan terakhir mengalami peningkatan yang luar biasa, ” tuturnya.
Pedagang ayam, Net, mengatakan pasar akan kembali ramai jika sudah tidak banyak lagi warga yang menganggur. Saat ini pasar masih sepi pembeli karena harga gabah petani masih rendah.
“Kalau penjualan daging ayam, puncaknya H-1 puasa. Banyak yang cari daging ayam untuk santap sahur,” paparnya. Saat ini harga daging ayam sudah turun menjadi Rp 28 ribu per kilogram,” ungkap Net. (den)








