Kades dan Guru Honorer Menggelar Pesta Ekstasi

BNNK Muaraenim Rekomendasikan Rehabiltasi

 

PALI, SuaraSumselNews | BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Muaraenim mengungkapkan lima orang yang diserahkan Polres PALI karena diduga menggelar pesta narkoba. Dan akan direhabilitasi inap selama enam bulan.

Kelimanya terbukti menggunakan narkoba dari hasil tes urine.Terdiri dari dua laki-laki yang salah satunya oknum kepala desa, dan tiga perempuan muda yang salah satunya oknum guru honorer sekolah dasar di PALI.

Kepala BNNK Muararnim AKBP H Abdul Rahman didampingi Ketua Yayasan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Pagar Alam, Bayu Pohan menjelaskan bahwa lima orang tersebut diantaranya dua orang laki laki inisial SP dan YS. Sedangkan tiga orang perempuan inisial SN, HS dan SR. Kelimanya diamankan Polres PALI pimpinan AKBP Yudhi Suharyadi pada Kamis malam (28/5) di rumah warga salah satu desa.

Setelah diamankan, ke lima tersangka dilakukan tes urine dengan hasil positif menggunakan narkoba. Kita juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolres AKBP Donni Eka Syaputra SH SIK MM atas bantuannya tenaga medis yang telah dilaksanakan rapid tes terhadap lima orang ini. Dengan hasil non reaktif.

“Kita ketahui bersama bahwa pecandu narkoba sangat rentan sekali dengan penularan virus Corona,” ungkap Kepala BNNK Muaraenim, AKBP H Abdul Rahman, Sabtu kemarin (30/5)

Dijelaskan AKBP Rahman, dari lima tersangka tersebut, satu orang laki-laki menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) di wilayah Kabupaten PALI, dan satu dari tiga perempuan yang diamankan merupakan guru honorer di salah satu sekolah dasar di PALI. Kelimanya mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi.

“Dari hasil assessment tersebut kami berkesimpulan bahwasanya yang bersangkutan kita laksanakan rawat inap, dan hari ini juga dari IPWL Pagar Alam hadir untuk melakukan rehabilitasi,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut AKBP Rahman, pihaknya dalam melakukan rehabilitas selain bekerjasama dengan IPWL, juga dengan sejumlah dokter yang mumpuni di bidangnya.

“Kita juga bekerjasama dengan dokter dan kami menyatakan bahwa kelima orang ini harus dilakukan proses rehabilitasi rawat inap. Mudah-mudahan hal ini tidak terulang kembali, mungkin unsur dari pemerintah daerah bisa tegas dan mengingatkan kepala desa dan unsur lainnya supaya jangan terlibat narkoba,” ucap AKBP H Abdul Rahman.

Sementara, Ketua Yayasan IPWL Pagar Alam Bayu Pohan, juga menyampaikan kelima orang ini akan dilakukan proses rehabilitasi rawat inap dengan metode program terapi komoditi dengan jangka rawatan selama 6 bulan dalam proses rehabilitasi tersebut.

“Nantinya juga akan ada detoksifikasi terlebih dahulu kemudian akan diulangi lagi untuk medical check upnya. Di sini juga luar biasa udah dilakukan medical check up juga pertama sudah dilakukan. Nanti juga di Pagar Alam kami akan melakukan tes kembali agar lebih meyakinkan lagi termasuk untuk HIV AIDS untuk proses rehabilitasi sendiri. (*)

laporan ; @nton darwis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *