Husni Chandra : Bagikan 1000 Jagung untuk Rakyat

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Membangun infrastruktur teknik dari rakyat ke rakyat, memang tak segampang membalikkan telapak tangan. Sebab untuk memberdayakan rakyat, hal paling tepat adalah membangun sektor pertanian yang “tak membutuhkan” lahan perkebunan. O iya?

Ketua Lembaga Keuangan Mikro Usaha Mikro Kecil dan Menengah Sumatera Selatan (LKM UMKM Sumsel) Husni Chandra, mengiyakan prinsip dasar perkebunan tanpa lahan yang luas.

“Kita cukup melatih rakyat yang mau berusaha di rumah dengan hasil yang maksimal,” ujar Husni Chandra, Selasa (27/12/2022).

Dalam perbincangan media ini dengan tokoh muda yang sangat peduli masyarakat kecil tersebut, menyatakan siap untuk membantu membangkitkan usaha produktif bagi rakyat kecil.

Terkait masalah kemampuan rakyat yang terkadang kekurangan itu harus diukur dengan usaha yang produktif.

“Makanya saya selalu menganjurkan warga yang tak memiliki lahan perkebunan untuk berkebun,” ujar Husni, tersenyum.

Menurut dia, apa yang tak bisa dilakukan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengubah kualitas hidup mereka. “Allah SWT menciptakan segala ruang untuk dijadikan lahan kehidupan. Hanya saja, maukah kita memanfaatkan apa yang ada?” ujar Husni seperti bertanya ke dirinya sendiri.

Lahan di sekitar rumah kita, katanya, ada ruang kecil yang bisa dijadikan “kebun”. “Ini bisa dimanfaatkan. Misalnya halaman kiri kanan tempat tinggal kita. Di belakang rumah, semuanya berpotensi untuk dijadikan kebun untuk mengais rejeki,” kata Husni.

Saat ini Husni Chandra telah memetik hasil dari apa yang ia perbuat untuk orang banyak. Artinya, hasil usaha itu ia peroleh setelah memberdayakan rakyat untuk rakyat. Apa yang sudah dihasilkan?

Husni mengatakan bahwa ia berusaha membagi-bagikan seribu jagung kepada rakyat. “Jagung ini dihasilkan dari pembudidayaan oleh rakyat untuk rakyat,” ujarnya.

Selain memberdayakan masyarakat melalui pertanian kecil yang menghasilkan usaha besar di bidang pertanian, Husni juga mengajak masyarakat membudidayakan ikan air tawar.

Ikan-ikan yang dibudidayakan itu antara lain, ikan lele, tembakang, gurami, ikan baung, dan lain sebagainya.

Seperti ikan tembakang, katanya, habitatnya hanya di Palembang (Sumatera Selatan). Menurut dia, ikan yang mulai langka itu sebaiknya dikembangkan saja sehingga bisa memberdayakan ekonomi rakyat. “Daging ikan tembakang sangat gurih. Apalagi digoreng, dipangang dan disantap dengan sambal uleg, wuih nikmat sekali,” katanya.

Menjawab pertanyaan bagaimana jika tak mempunyai lahan untuk kolam?

Husni mengatakan bisa memberdayakan ikan air tawar. “Tidak ada yang tak bisa dilakukan. Namun secara teknis, semua itu saya contohkan untuk mereka,” tukas Husni.

Tokoh muda yang dikenal tawadhuk kepada Allah itu sebelumnya telah memberdayakan para tukang jahit. Sebab, kata Husni, akhir-akhir ini usaha mereka begitu sepi. “Alhamdulillah, dengan trik bisnis yang kita ajarkan itu, penghasilan mereka saat ini mencapai nilai yang baik,” ujar Husni Chandra menutup perbincangan. (*)

Laporan Anto Narasoma