Heru: Bisa Dihukum Mati, Dua Kurir Narkoba !

Heru: Bisa Dihukum Mati, Dua Kurir Narkoba

PALEMBANG | Staf ahli Kepolisian Republik Indonesia Dr Nur Kholis SH MA memberi acungan jempol kepada Polda Sumatera Selatan yang sangat gencar memberantas peredaran narkotika dan obat-obat terlarang di wilayah Sumatera Selatan.

Nur Kholis mengatakan bahwa peredaran narkoba itu tak hanya ditangkal oleh polisi saja, tapi harus melibatkan masyarakat. Artinya, masyarakat juga mempunyai kewajiban untuk menyelamatkan generasi mereka agar tidak jatuh akibat rongrongan narkoba.

“Ini sangat penting dilakukan. Kita berharap akan muncul kesadaran dari masyarakat untuk bersama-sama memusuhi narkoba sebagai barang haram yang sangat berbahaya,” ujar Nur Kholis.

Sebagai staf ahli Kapolri, Nur Kholis sangat mendukung pihak Polda Sumsel untuk menjegal para pengedar narkoba. “Saya sangat apresiasi terhadap Tim Khusus Ilir Timur yang membekuk dua kurir narkoba lintas provinsi pada Selasa lalu (3-4/1/2023),” ujar Nur Kholis melalui telpon selulernya.

Ia memberikan semangat agar polisi dan masyarakat berjuang bersama untuk memerangi peredaran narkoba di wilayah Sumsel dan sekitarnya.

Sementara sebelumnya Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rahmad Wibowo SIK menginstruksikan ke seluruh jajaran, khusus kepada Ditresnarkoba Polda Sumsel untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan.

Satu prestasi yang patut diacungi jempol bahwa dua kurir narkoba lintas provinsi dibekuk Unit Timsus Ilir Timur yang dipimpin Iptu Ahmad Iqbal SH MH, Selasa dan Rabu (3-4/1/2023).

Saat dikonfirmasi lewat pesan singkat WhatsApp, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heru Nugroho mengatakan bahwa ada dua kurir narkoba lintas provinsi yang telah ditangkap.

“Yah betul. Kita telah mengamankan dua orang kurir narkoba lintas provinsi di dua lokasi berbeda,”‘ujar Heru Nugroho, Sabtu (21//1/2023).

Menurut Heru, kurir pertama ditangkap di tepi jalan lintas timur Palembang-Jambi Kabupaten Musi Banyuasin, dan kurir kedua dibekuk di Jalan Letjen Harum Sohar Kabun Bunga, tepatnya di loket bus Rapi Kecamatan Sukarami Palembang.

Dua kurir narkoba itu, kata Heru, yang pertama berinisial TWNR alias W (31), warga Dusun Bakti Kecamatan Bangun Sinembah Kota Bangun Batu Provinsi Riau. “Yang kedua, MT (46), warga Jalan Sukakarya Kelurahan Sukarami Palembang,” jelas Heru.

Dari kedua tangan tersangka, katanya, berhasil diamankan barang bukti narkoba jenis sabu yang dibungkus plastik teh China, dibalut dengan lakban cokelat seberat 3000 gram (3 Kg), satu tas ransel hitam, satu unit motor Honda Beat dan dua unit HP.

Dari kronologi penangkapan itu, kata Heru, kepolisian mendapat informasi akan ada pengiriman narkoba jenis sabu ke Kota Palembang melalui jalan lintas Sumatera Palembang-Jambi.

Setelah mendapat informasi itu, lanjut Heru, pada Selasa (3/1/2023) sekitar pukul 22.45 Wib, dicurigai seseorang penumpang bus RAPI.

Setelah dibuntuti, orang itu berhenti di tepi jalan lintas Palembang-Jambi. “Anggota kami pun langsung melakukan penggeledahan terhadap penumpang itu, di dalam bus tersebut,” jelas Heru.

Setelah digeledah, ditemukan barang bukti berupa tiga bungkus narkotika jenis sabu dalam bungkusan teh China yang dibalut lakban warna cokelat. Barang haram ini berada dalam tas hitam yang diletakkan di bawah tempat duduk W.

Setelah diinterogasi, barang itu memang milik tersangka, yang dibawanya dari Aceh untuk diedarkan di Palembang.

Dari pendalaman interogasi itu, lanjut Heru, tersangka W (Wahyu) akan dijemput seseorang di pool bus RAPI yang menggunakan sepeda motor.

Kemudian, kedua tersangka dan barang buktinya langsung dibawa ke Mako Ditresnarkoba Polda Sumsel untuk pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.

“Kedua pelaku akan dikenakan primer pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tentang Narkotika, yang hukumannya minimal enam tahun. Secara maksimal bisa dihukum selama 20 tahun, seumur hidup, atau bisa hukuman mati,” pungkas Heru. (*)

Laporan Anto Narasoma-rel