Harusnya Kaum Ibu Paham Kurangnya Gizi Anak Balita

Bu Ludyawati Cik Ujang Hadiri Pertemuan Percepatan Stunting

LAHAT, SuaraSumselNews | KETUA TP-PKK Kabupaten Lahat, Bu Ny Ludyawati Cik Ujang hadiri pertemuan percepatan Stunting di Puskesmas Prumnas, Kecamatan Lahat, Selasa kemari (7/12).

Kegiatan ini juga dihadiri, jajaran Dinas Kesehatan, Camat Kota Lahat, Lurah, Kota Jaya, Kepala Desa Padang Lengkuas, Kades Senabing. Juga Kepala KUA, Kepala Puskesmas bersama para nara sumber, tokoh agama dan ibu-ibu TP Kelurahan dan kader Posyandu.

Bu Lidyawati dalam arahannya mengatakan bahwa stunting adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada anak balita. Tentunya, akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Utamanya, kekurangan gizi terjadinya sejak bayi dalam kandungan.

“Beberapa penyebab stunting diantaranya kurang pengetahuan ibu mengenai kesehatan gizi sebelum dan masa kehamilan. Terbatasnya layanan kesehatan, untuk ibu selama masa kehamilan. Termasuk kurangnya akses makanan bergizi serta akses air bersih, termasuk kebersihan jamban dan buang air besar sembarangan,

Kata Bu Lidyawati, bahwa ciri ciri anak yang stunting yaitu pertumbuhan yang melambat. Wajah nampak lebih muda dari usianya serta perporma buruk.
“Pencegahan stuntig sangat penting dilakukan melalui dua intervensi yakini intervensi gizi sperfisik dan intervensi gizi sensitif. Dan intervensi gizi sperfisik merupakan intervensi yang ditunjukan kepada anak dalam 1000 hari pertama.

Bahwa, kegiatan intervensi gizi spesifik umumnya dilakukan pada sektor kesehatan. Intervensi ini juga bersifat jangka pendek dimana hasilnya dapat dicatat dalam waktu relatif pendek. Sedangkan intervensi ini juga bersifat jangka pendek dimana hasilnya dapat dicatat dalam waktu relatif pendek.

Sedangkan intervensi gizi sensitif adalah kegiatan pembangunan diluar sektor kesehatan. Dan berkontribusi pada 70% intervensi stunting. Selain itu penurunan angka stunting ini tidak akan berhasil apabila tidak dilaksanakan secara bersama sama. Makanya, bdari itu peran lintas sektor sangat di harapkan intervensi spesifik penurunan stunting 30% dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Maupun dinas terkait berkelaborasi 70% dilakukan oleh lintas sektor.

Diantaranya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan kawasan mandiri pangan. Dinas Perikanan yakni
pemasaran dan peromosi hasil perikanan

Selain itu, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dengan penyelengara Paud dan Paud Parenting. Kemudian, Dinas Pengadilan Kependudukan dan Keluarga Berencana Sekalian peningkatan promosi p yengasuhan 1000 HPKb yskni kelompok BKB (Bina Keluarga Balita). Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak mencakup sosialisasi Gizi Seimbang, Kesehatan Reproduksi dan Bahayanya merokok bagi ibu hamil bayi dan balita.

Selanjutnya, Dinas Sosial terksit keluarga yang mendapatkan bantuan sosial pangan PKH dan BPNT. Kemenag
yakni bimbingan pernikahan Dinas Kependudukan dan Catatan Siipil yakni tentangn pencatatan sipil , pencatatan akta kelahiran.

Ditambah, Dinas Perdagangan tentang pengawasan barang dan jasa beredar sesuai kebutuhan. Dinas Kominfo masalah kmpanye nasional terkait stunting. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa khusus pemanfaatan dana desa peruntukan dan peran dari Tim Penggerak PKK secara umum.

Terkait hal itu ujar Bu Lidyawati bahwa Peran PKK dalam pencegahan stunting melalui 10 Program Pokok PKK dan di harapkan seluruh Ketua Tim Pengerak PKK Kecamatan, Kelurahan dan Desa di wilayah kabupaten lahat yang merupakan duta cegah stunting di wilayah kerja masing masing.

Dan mengajak berperan aktif di wilayahnya masing masing, khusunya calon pengantin, Ibu menyusui, Ibu bersalin serta ibu yang mempunyai bayi dan balita untuk rajin datang ke Posiandu memperhatikan kesehatan dan tumbuhbkembang pada anak.(*)
liputan : ;agung purnomo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.