Harga Karet Rendah, Para Petani Tebang Pohon Karet untuk Dijual

Banyak Terjadi di Kecamatan Rambutan (Banyuasin)

BANYUASIN, SuaraSumselNews | SEDIKITNYA ribuan petani karet wilayah Kecamatan Rambutan (Banyuasin) mengeluhkan anjloknya harga getah karet dari Rp 25 ribu menjadi Rp 9 ribu per kilogram sejak beberapa tahun terakhir.

“Banyak pohon-pohon karet seluas satu hektar itu, sudah tak bisa dijadikan sandaran hidup,” ujar petani karet warga Desa Rambutan Nang 59) Sabtu kemsrin.

Bahkan para petani di Kecamatan Rambutan kini sudah pasrah. Banyak pohon karet di tebangi untuk dijual. Juga ada yang dijadikan lokasi tambang galian C ilegal.

Memang, kebun karet dulu mampu mensejahterakan kehidupan mereka sehari-hari. Namun sekarang sudah tidak bisa dijadikan sandaran hidup karena harga karet sudah tidak sebanding dengan harga kebutuhan pokok.

“10 tahun lalu saya bisa mendapatkan Rp 8 juta per bulan karena harga getah karet Rp 20 ribu per kilogram. “Kini sudah tidak mencukupi kebutuhan keluarga, * tuturnya.

Begitu juga Parman, (61), petani Desa Sebabi yang memilih untuk memberhentikan para pekerja pengambil getah karet sejak harga karet merosot.
Kebun karet milik Parman memiliki luas sekitar 5 hektar. Dan sudah tidak terawat sejak 2015 lalu. “Sekarang saya sudah tidak mengurus kebun karet hampir enam tahun,” terangnya.

Apalagi, sebagian pohon karet di kebun saya sudah tua dan produksi getah karetnya sudah tidak lagi seperti dulu. Makanya, kami berharap harga karet bisa seperti dulu Rp 20 ribu agar kebun karet menjadi sandaran hidup bagi para petani karet, kilahnya.(den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar