Hapus PKB Bela Rakyat Kecil

PKS Fokus Pileg dan Pilpres

PALEMBANG, SuaraSumselNews | TEMU kader dan Konsolidasi Pemenangan Partai Keadilan Sejehtara (PKS) Pemilu 2019 digelar di Hotel Swarna Dwipa, Sabtu kemarin (22/12).

Presiden PKS M Sohibul Iman mengatakan, temu kader dan konsolidasi ini adalah program nasional. Karena sudah digelar secara basional maka dilanjutkan ke tingkat provinsi.

“Ini untuk mensinergikan Sumber Daya Manusia (SDM) meliputi kader, struktur dan pejabat publik. Semua dikonsolidasikan di Sumsel dan menjaga kekompakan agar optimal memperoleh suara. Untuk nasional kita targetkan meraih 12 persen suara, dan untuk Provinsi Sumsel 12 persen suara, ” ujarnya.

Kata Iman, Pilpres ini menyita perhatian masyarakat sekitar 85 persen. Sedangkan Pileg menyita perhatian masyarakat sebesar 15 persen. Kendati demikian, pihaknya fokus dengan Pilpres dan Pileg. “Kita sinergikan keduanya,” ucapnya.

Kemudian menyikapi isu yang beredar menyudutkan PKS, Iman mengungkapkan, pihaknya menyikapi secara dewasa. Karena persaingan politik itu biasa.

“Tapi itu jangan membuat kita sibuk memikirkan itu, karena akan menyita energi. Jangan melihat itu sebagai permusuhan. Kita berkompetisi untuk mengambil perhatian masyarakat,” ucapnya.

Ketika disinggung penghapusan pajak kendaraan bermotor dan pemberlakuan SIM seumur hidup, Iman mengungkapkan, pihaknya sudah menganalisa kendaraan bermotor. “Bagi masyarakat kecil, program ini sangat membantu dan meringankan beban mereka,” katanya.

Pogram penghapusan pajak dan pemberlakuan SIM seumur hidup, menurut Iman, keadilan bagi masyarakat. Dulu orang kaya diberikan tax amnesty dimana pembayaran pajak 20 persen diberikan hanya 2 persen. Artinya ribuan triliun diberikan kepada orang kaya.

“Program ini membela rakyat kecil. Berdadarkan hitungan kami, penghapusan pajak kendaraan bermotor itu hanya mengurangi 8 persen APBD. Sebagai tindak baliknya, kami akan memerjuangkan dana bagi hasil dari pusat akan diperbesar,” paparnya.

“Kita sudah membuat Undang-Undangnya, jika kita menang Pileg. Maka program itu bisa direalisasikan. Namun jika dalam pemilu kita sedikit memperoleh kursi, maka program itu sulit direalisasikan,” tandasnya. (*)

laporan : as/yul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *