Gula Langka, Wawako Gelar Rapat Bersama Produsen

Pemkot – Bulog Lakukan.Operasi Pasar

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews | WAKIL Walikota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda menggelar rapat bersama produsen sembako dan instansi terkait. Tujuannya dalam rangka menjaga stabilitas harga sembako di Kota Palembang, Selasa, (11/3).

Menurut Fitrianti, terjadinya kelangkaan gula pa Sir di pasar jangan sampai membuat masyarakat panik. “Kita undang 18 produsen sembako untuk sama-sama menjaga stabilisasi harga sembako di pasaran agar tetap stabil. Terutama untuk produk gula yang mulai mengalami kelangkaan sehingga harganya menjadi mahal di pasaran,” ungkap Fitri.

Dijelaskan, masyarakat Kota Palembang jangan panik dengan langkanya gula yang berimbas dengan naiknya harga gula di pasaran. Pasalnya berdasarkan data dari Bulog Kanwil Sumsel, ketersediaan stok gula yang ada di Bulog mencukupi untuk satu bulan ke depan.

“Dan selanjutnya kita akan masuk musim panen gula tebu di akhir April dan Awal Mei. Jadi tidak ada kelangkaan itu,” kata Fitri

Hanya saja, Fitri meminta masyarakat untuk melakukan pembatasan pembelian produk gula tersebut sesuai dengan kebutuhan. Dan untuk para pelaku usaha atau pemilik toko untuk tidak melakukan kecurangan dengan melakukan penimbunan produk sembako seperti gula sehingga langka dipasar dan harganya menjadi mahal.

“Kita tegaskan untuk pelaku usaha dan juga pemilik toko jangan melakukan penimbunan. Ada sangsi tegas menunggu pidana kurungan 5 tahun dan denda 50 miliar,” tegas Fitri.

Untuk menjaga stabilisasi harga di pasaran, tambah Fitri, mulai Rabu (11/3) Pemkot Palembang bekerjasama dengan Bulog Kanwil Sumsel akan menggelar operasi pasar di 18 pasar yang ada di Kota Palembang. Produk produk sembako seperti minyak, gula, terigu dan beras akan dijual sesuai dengan ketentuan harga dari pemerintah.

“Untuk produk gula akan dijual seharga 12.900 perkilonya. Operasi pasar ini rencananya serentak akan kita gelar sampai harga gula kembali normal untuk mengantisipasi kelangkaan sembako terutama gula ini,” tukasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang Hardayani saat dikonfirmasi wartawan mengklaim, setiap hari melakukan pemantauan harga sembako di lima pasar tradisional di Palembang. Karena memang kenaikan harga sembako terdapat di produk gula kemasan. “Sedangkan untuk sembako lainnya seperti minyak, terigu dan beras masih stabil,” bebernya.

Guna mengamankan stok gula di pasar, kata Hardayani, masyarakat diharapkan untuk berbelanja sesuai kebutuhan. Dengan cara seperti itu tidak akan terjadi kelangkaan stok gula di toko dan di pasar.

“Bulan depan impor gula dari luar negeri mulai masuk ke Indonesia. Total 29.800 ton mulai masuk disaat masa panen oleh petani gula tebu,” ujarnya.(*)

reporter ; marisa oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *