PALEMBANG, SuaraSumselNews — KINI Pemprov Sumsel mencatatkan sejarah baru dalam dunia perdagangan internasional dengan diluncurkannya Aplikasi Go-Export. Gubernur Sumsel Herman Deru, meresmikan aplikasi yang bertujuan untuk menghubungkan komoditas unggulan lokal dengan pasar global.
Kegiatan ini dihelat di Lapangan PTP 03 Pelabuhan Boom Baru, Senin kemarin (15/12). Dan ini juga ditayangkan dengan pelepasan ekspor perdana berbagai produk unggulan Sumsel.
Gubernur Deru menegaskan bahwa peluncuran aplikasi Go-Export bukan sekadar langkah teknologi, melainkan sebagai simbol semangat baru dalam memperkuat daya saing komoditas Sumsel di kancah internasional.
“Semua komoditas ada di Sumsel, mulai dari batu bara, sawit, padi, kopi, hingga produk lokal lainnya. Namun, bagaimana kita mengintegrasikan dan mengoptimalkan potensi tersebut agar dapat bersaing di pasar global, itulah yang menjadi tujuan utama,” kata Deru.
Lanjut Gubernur berharap aplikasi ini akan memacu gairah eksportir dan mempercepat proses perdagangan. “Sumsel ini pertama kali go nasional, dan kami berharap aplikasi Go-Export dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi eksportir dalam memasarkan produk unggulan kita,” tegasnya.
Dikesempatan tersebut, Gubernur Deru juga mengungkapkan bahwa aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk Sumsel, serta memperkenalkan produk lokal dengan cara yang lebih modern dan efisien.
Pelepasan ekspor kali ini mencakup sejumlah komoditas unggulan dari Sumsel, seperti Paha Kodok, Santan, Kopi, dan berbagai produk lainnya. Dengan adanya Aplikasi Go-Export, para eksportir kini dapat mengakses data secara langsung, menggabungkan status pengiriman, serta melihat detail ketertelusuran produk melalui fitur barcode yang terhubung melalui aplikasi mobile berbasis Android.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel Sri Endah Ekandari menjelaskan bahwa aplikasi ini memanfaatkan sistem digital yang terintegrasi, memungkinkan setiap tahap proses ekspor dapat terpantau secara real-time dan transparan.
“Melalui barcode, kita dapat melacak asal-usul dan perjalanan komoditas, sehingga memudahkan proses verifikasi dan memastikan kualitas produk,” ungkap Sri Endah.
Aplikasi Go-Export juga dirancang untuk memberikan kemudahan bagi berbagai pihak terkait, termasuk eksportir, gudang, pengepul, pelaku hulu, serta admin.
Fitur utama aplikasi ini, yang dapat diakses melalui perangkat Android, memberikan informasi terkait statistik ekspor dan memastikan ketertelusuran produk dari hulu ke hilir. Sri Endah berharap aplikasi ini terus dikembangkan untuk mencakup lebih banyak jenis komoditas, guna mendukung ekspor Sumsel secara lebih luas.
Di akhir acara, Gubernur Deru kembali menekankan pentingnya pembangunan pelabuhan samudra untuk mendukung lancarnya ekspor komoditas Sumsel. Ia mengungkapkan bahwa kapasitas pelabuhan Boom Baru saat ini masih terbatas, sehingga diperlukan pengembangan infrastruktur pelabuhan yang lebih besar untuk menampung volume ekspor yang semakin meningkat.
“Kita harus memastikan bahwa semua komoditas unggulan Sumsel dapat diekspor dengan lancar dan maksimal,” tuturnya. (*)




