Gempa 5,6 Skala Richter, 200 Orang Tewas

CIANJUR, SuaraSumselNews | Gempa bumi berkekuatan 5,6 menggetarkan bumi Cianjur Jawa Barat, Senin (21/1/2022). Akibat gempa itu, 46 orang meninggal dan sedikitnya 700 orang terluka.

Akibat besarnya getaran gempa, untuk sementara terdapat 46 orang meninhgal dunia, dan 700 orang luka-luka.

Dikutif dari Kompas.com dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, Direktur rumah sakit itu, Dr Darmawan, mengatakan ada 300 pasien yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur.

“Yah sejak siang tadi terdapat 300 pasien yang datang. Namun 200 orang di antaranya, meninggal dunia,” ujar dr Darmawan.

Menurut Darmawan, rumah sakit tidak mampu menampung ratusan pasien yang datang. “Terpaksa kita melakukan pengobatan kepada pasien di pelataran rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan korban meninggal diketahui dari tiga kecamatan, antara lain, Kecamatan Cilaku, Kecamatan Cianjur, dan Cugenang.

“Kami memperkirakan, jumlah korban akibat gempa itu akan semakin bertambah,” ujar Herman Suherman.

Dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan sekitar pukul 15.00 WIB dikabarkan sekitar 14 orang meninggal dunia.

Kepala BNPB Suharyanto, menjelaskan bahwa pendataan terkait korban gempa belum bisa dilakukan secara cepat. “Jika melihat situasinya, korban akan kian bertambah,” ujarnya.

Menurut Herman, kerusakan bangunan yang terjadi akibat gempa berkekuatan 5,6 skala richter itu antara lain, rumah warga, pondok pesantren, gedung pemerintahan, sekolah, serta gedung RSUD Cianjur

BNPB menyatakan segera mengaktifkan posko penanganan bencana, misalnya membawa logistik untuk para pengungsi.

Menurut Suharyanto, berdasarkan pengalaman gempa sebelumnya, masyarakat di kawasan gempa akan mengungsi dalam jumlah besar.

“Karena itu kami akan menyiapkan persediaan logistik seperlunya,” kata Suharyanto.

Menurut Suharyanto, logistik yang harus disiapkan adalah sejumlah tenda untuk mengaktifkan posko penanganan korban gempa. “Kami akan mendorong anggaran dana siap pakai,” pungkasnya. (*)

Laporan Anto Narasoma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *