Gawat, Kualitas Udara Palembang Terburuk Level Berbahaya

PALEMBANG. SuaraSumselNews – Kualitas udara di Kota Palembang kian memburuk. Angka partikulat halus (PM2.5) tercatat mencapai angka tertinggi pada Rabu (30/9) yakni 699,5 µg/m³.

“Hari ini angka PM2.5 mencatat rekor baru, paling tinggi sepanjang bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis, Rabu (30/9).

Dia menyebut, rata-rata dalam 24 jam status level berbahaya juga menjadi yang pertama terjadi pada saat ini. Tercatat di Stasiun Klimatologi, angkanya di atas 300 µg/m³.

“Ini yang pertama juga rata-rata 24 jam mencapai level berbahaya,” katanya.

Dia merincikan, buruknya kualitas udara ini terjadi sejak Selasa (29/9) malam. Kualitas udara pukul 19.00 WIB sudah berada pada level hitam atau berbahaya.

Grafiknya terlihat stabil pada kondisi tersebut. Pukul 22.00 WIB menjadi yang tertinggi dengan 402 µg/m³.

Sementara pada Rabu dini hari, kualitas udara semakin memburuk hingga tercatat setinggi 462 µg/m³ pukul 00.00 WIB dan terus mengalami lonjakan. Nilai PM2.5 mencapai angka tertinggi pukul 04.00 WIB pada posisi 699,5 µg/m³.

Selanjutnya pukul 05.00 WIB di angka 651,8 µg/m³. Kemudian turun menjadi 412,9 µg/m³ satu jam kemudian dan 398,8 µg/m³ pukul 07.00 WIB.

“Untuk asap di Palembang, asalnya masih dari karhutla yang terjadi dI OKI (Ogan Komering Ilir),” ungkapnya.

“Masyarakat juga diimbau memperhatikan informasi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker sangat dianjurkan ketika bepergian,” jelasnya. (*)

Berita Terkait