PALEMBANG. SuaraSumselNews – ADA yang nenarik dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon untuk mendorong Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.
Penegasan itu dia sampaikan saat meninjau langsung Bastion 1 Benteng Kuto Besak, Jumat (11/9). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan revitalisasi sekaligus upaya pelestarian kawasan bersejarah peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam.
Fadli mengatakan BKB memiliki nilai sejarah penting sehingga pelestarian dan revitalisasinya harus dilakukan berdasarkan kajian yang komprehensif. Penataan kawasan juga tidak boleh menghilangkan karakter asli bangunan.
“Kita berharap bisa dilakukan revitalisasi dan kajian direkomendasikan, kemudian kita tetapkan BKB ini menjadi Cagar Budaya Nasional,” ujar Fadli didampingi Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A.
Menurut Fadli, pelestarian bangunan bersejarah tidak cukup hanya mempertahankan bentuk fisiknya.Bangunan juga perlu dirawat dan dimanfaatkan agar masyarakat dapat mengenal serta merasakan langsung nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
“Bangunan sejarah harus kita jaga, rawat, dan kita manfaatkan. Sehingga setelah direvitalisasi nanti akan banyak diakses oleh masyarakat,” katanya.
Fadli menjelaskan, Benteng Kuto Besak merupakan salah satu peninggalan penting Kesultanan Palembang Darussalam. Pembangunan benteng dimulai pada 1780 pada masa Sultan Mahmud Badaruddin I dan rampung pada 1797 pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Bahauddin.
Ia optimistis revitalisasi BKB dapat memperkuat potensi wisata sejarah dan budaya di Kota Palembang. Namun, proses penataan harus tetap mempertahankan keaslian dan karakter utama bangunan.
“Jangan sampai revitalisasi justru menghilangkan karakter dan nilai sejarah yang dimiliki bangunan,” tegasnya.
Untuk tahap awal, revitalisasi difokuskan pada Bastion 1. Saat ini, penyusunan Detail Engineering Design (DED) masih dalam proses pematangan.
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis mengatakan pembangunan Bastion 1 ditargetkan berlangsung pada 2026 dan dapat dibuka untuk masyarakat pada awal 2027.”Tahun ini dibangun, awal 2027 dibuka untuk umum,” katanya.
Dalam proses revitalisasi, Kodam II/Sriwijaya berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Perwakilan Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyambut baik rencana revitalisasi dan pembukaan kembali akses kawasan BKB bagi masyarakat. Dan
menurutnya, dibukanya akses tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat, termasuk budayawan, yang selama ini ingin menikmati kawasan bersejarah tersebut.
“Alhamdulillah, setelah puluhan tahun akses masuk BKB dibuka untuk masyarakat Palembang, juga budayawan,” ujar Ratu Dewa.
Ia mengatakan penyusunan DED Bastion 1 terus dimatangkan sesuai arahan Menteri Kebudayaan. Karakter utama bangunan juga akan tetap dipertahankan.
“Pembangunan Bastion 1 saat ini dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) Perumda Tirta Musi,” katanya.
Sementara itu, Fadli Zon menyebut Kementerian Kebudayaan berencana memberikan dukungan pendanaan untuk revitalisasi BKB pada 2027.
Sedangkan pada 2026, kementerian memprioritaskan revitalisasi sejumlah fasilitas kebudayaan di Palembang, di antaranya Museum A.K. Gani, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Museum Sriwijaya dan Taman Budaya.
Revitalisasi BKB diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik kawasan, tetapi juga memperkuat fungsinya sebagai ruang edukasi sejarah dan budaya. (*)



