Embung Kayuagung, Wisata Berkonsep Konservasi Air

Telah Diresmikan Bupati OKI

 

KAYUAGUNG, SuaraSumselNews | SETELAH diusulkan sejak tahun 2015, tuntas pembangunannya tahun 2020. Wajar masyarakat OKI berterima kasih kepada Kementrian PU PR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, terangnya Bupati OKI, Iskandar, saat meresmikan Embung Konservasi di Kayuagung, Rabu kemarin (20/1).

Kata Iskandar sebagai wilayah yang berkontur rawa, tata kelola air sangat diperlukan. “Secara alami wilayah lebak seperti OKI ini membutuhkan water manajement yang baik. Karena sifat alami rawa yang kering ketika kemarau dan berlimpah air ketika hujan,” ujarnya.

“Makanya kami berharap Kementrian PU menambah lagi embung-embung lainnya di OKI melalui program 1.000 embung,” harapnya.

Selain untuk menjaga ekosistem rawa, embung Kayuagung juga menjadi ruang terbuka baru bagi interaksi sosial dan ekonomi di Kota Kayuagung yang merupakan penyangga Kota Palembang.

“Embung Kayuagung ini akan menjadi referensi edukasi konservasi air modern bagi semua orang tidak hanya warga OKI saja,” terang Iskandar lagi.

Ya tak hanya menyajikan panorama danau buatan nan asri, di komplek embung bakal dibangun sejumlah sarana sarana edukasi tentang konservasi air secara lengkap.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Ir. Birendrajana, MT mengatakan Embung dibangun dengan luas kawasan mencapai 3 hektar dan mampu menampung air sebanyak 40.000 meter kubik dengan saluran drainase mencapai 2.680 m hingga ke Sungai Batun.

“Embung ini merupakan cadangan air untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Juga untuk recharge air tanah guna konservasi sumber daya air, pengendalian banjir serta mempertahankan kawasan gambut lahan basah,” paparnya. .

Di kawasan Embung yang berseberangan lokasinya dengan Balai Penelitian Pertanian Sumsel itu, nantinya juga akan dibuat sebagai pusat agro wisata.

“Tak hanya menyajikan panorama danau buatan nan asri, di komplek embung bakal dibangun sejumlah sarana – sarana edukasi tentang konservasi air serta agro wisata,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *