KAHMI Sumsel Adakan Diskusi Tantangan Pendidikan
PALEMBANG, SuaraSumselNews | KURANG lebih dua tahun dunia pendidikan kita seolah -olah mati suri, meski kegiatan belajar masih berlangsung. Terkait hal itu, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumsel mengadakan diskusi publik dengan tema ” Tantangan Dunia Pendidikan di Era Digitalisasi,” di Hotel Arista Palembang, Sabtu (12/3)
H. Joncik Muhammad Ketua Umum MW KAHMI Sumsel yang juga sebagai Bupati Empat Lawang mengatakan, agenda bersama diskusi publik yang berkaitan dengan dunia pendidikan kekinian, berbagai macam curahan persoalan di tengah suasana pandemi yang belum berakhir ini.
Dengan sistem belajar daring dan luring ini mungkin di kota sudah daring belum lagi perekonomian masyarakat jauh di bawah standar. Dengan pembelajaran daring jadi terbebani yang harus membeli pulsa sekalipun ada kebijakan pemerintah dengan alternatif memberikan pulsa gratis tapi itu terbatas sekali,” katanya
Bahkan diantaranya adanya blank spot ini problem, hari ini kita diskusikan dengan para narasumber yang berkompeten antara lain, H. Bursah Zarnubi toko sumatera selatan,
H. Riza Pahlevi Kadinas Pendidikan Sumsel, Prof. Laode Kamaluddin Rektor UICI dan Prof. M. Sirozi Tokok Pendidikan Sumsel, ” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel H. Riza Fahlevi menyampaikan paparannya, sebagai pengelola di dunia pendidikan kita harus siap menghadapi digitalisasi. Dan persiapan yang kita lakukan itu setidak – tidaknya menyiapkan sumber daya manusianya.
Utamanya ke anak didik apapun bentuknya kita harus siap ujarnya
“Disiplin harus punya inisiatif yang jelas punya gagasan harus ada inovasi dan harus transformasi ilmu satu sama lain hanya aplikasi kuasai, literasi digitalnya harus ada. Memang kita harus menyiapkan dunia digital, tentang bagaimana tantangan di dunia pendidikan di era gitalisasi,” ucapnya
Menurut Riza, kami punya prinsip apapun bentuknya kebijakan dari pusat dan tentunya kebijakan dari daerah akan menyusul. Kami punya prinsip mendukung penuh dengan satu kata bahwa dunia pendidikan di Sumatera Selatan siap menghadapi digital.
Bahwa siapapun itu pengelola dunia pendidikan mulai dari Kepala Dinas Pendidikan sampai dengan Kabid Kepala sekolah, pengawas dan guru. Karena tiga unsur ini yang terpenting karena inilah ujung tombak dilapangan.
Makanya, dengan digital mudah – mudahan konsep ini sudah dilakukan, Disiplin mau tidak mau harus disiplin karena kunci keberhasilan itu ada di disiplin,” tegasnya.
H. Bursah Zarnubi tokoh Sumatera Selatan mengungkapkan, bonus demokgrafik kita harus membawa hasil potensi ekonomi yang disebabkan oleh perubahan struktur penduduk. Jadi bonus demografik kita saat ini lebih kurang dari 70% artinya 7 orang menghidupi 3 orang,” ungkapnya.
Lanjut Bursah, secara ekonomi ada kemajuan, apa kendala untuk mencapai potensi ekonomi ke tingkat 5 dan 6 itu harus ada jaminan. Pertumbuhan ekonomi harus minimal 6% sampai dengan 7 % bagus kalau 8%.
Pemanfaat bonus demografik ini jangan gagal, kalau gagal bencana maka akan banyak pengangguran. Apa yang di pentingkan untuk menumbuhkan kepercayaan kita mencapai pada kekuatan ekonomi kita pada no 5 atau 6 kita berhenti ngomongin. Ini rugi bertentangan dengan agama, Pancasila kontras, sekarang kita ngomong pembangunan saja. Kebijakan kita untuk kesejahteraan rakyat banyak kalau tidak ada menghasilkan gak ada guna pembangunan ini,” bebernya. (*)
liputan : winarni





访问TG中文版,探索其丰富的功能,包括群组、频道、Bot和自定义贴纸。体验更灵活的沟通方式。