PALEMBANG,SuaraSumselNews | KOSONGNYA Ketua KONI Sumsel pascaditetapkannya Hendri Zainuddin sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi bersama dengan Sekretaris, Suparman Roman, digelar Musyawarah Provinsi (Musprov) Luar Biasa (Musprovlub).
Musprov Luar Biasa digelar dua hari, 29-30 November 2023. Pembukaan berlangsung Rabu malam, di Hotel Zuri Palembang. Pembukaan dihadiri Plt Ketua Umum KONI Sumsel, Mayjen (Purn) TNI Andrie Tardiawan Utama Soetarno, Bendahara Umum KONI, Kms Ilham Akbar, puluhan pengurus KONI Sumsel, Pengprov dan pengurus KONI Kabupaten / Kota se-Sumsel.
Musprov Luar Biasa tersebut dibuka oleh Kadispora Sumsel, H Rudi Irawan mewakili Pj Gubernur Sumsel, Dr H Agus Fatoni.
“Saya berharap dengan Musprov Luar Biasa ini, tidak ada kekosongan dan roda organisasi dari KONI Sumsel ini bisa segera bergerak. Terlebih lagi, dalam waktu dekat akan dilaksanakan PON XXI di Aceh-Sumut. Tentunya keberadaan Ketua dan Sekretaris KONI Sumsel menjadi sangat krusial,” ungkap Bendum KONI, Kms Ilham Akbar.
Di samping itu, pengalaman Sumsel dalam menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games di Palembang dan Jakarta, tentunya Musprovlub ini berpengaruh pada prestasi atlet yang di Sumsel terutama dalam proses regenerasi tersebut.
Terlebih lagi, dengan banyaknya Venues olahraga berstandar internasional dan bibit atlet berkualitas, pastinya Sumsel akan berbicara banyak dalam PON XXI mendatang.
Walau dalam PON XX di Papua hanya ada di posisi ke-17 dan posisi ke4 dalam Porwil yang digelar belum lama ini, namunĀ Sumsel diyakini akan mampu bicara banyak pada PON XXI.
Sebab di Sumsel ada banyak atlet sekaligus juga bibit atlet berkualitas yang diharapkan akan siap diterjunkan dalam PON XXI Aceh – Sumut.
“Saya harap, Ketua KONI Sumsel nantinya akan mampu membawa prestasi Sumsel meningkat. Tidak hanya di level wilayah dan nasional, namun juga ke level internasional,” imbuhnya.
Plt Ketua KONI Sumsel, Mayjen (Purn) TNI Andrie Tardiawan Utama Soetarno mengungkapkan, dirinya yakin kandidat yang bersaing dalam Musprovlub tersebut akan membawa KONI dan prestasi olahraga serta masa depan atlet Sumsel akan semakin baik ke depannya.
Karena itu, keberadaan pengurus dan formatur, sudah selayaknya harus dilakukan pengisian supaya tidak ada kekosongan dan roda organisasi termasuk pembinaan atlet bisa terus berjalan.
Ada dua kandidat yang bersaing sebagai calon Ketua KONI Sumsel. Bahkan kedua kandidat memiliki kans yang sama besar,” tambahnya.
Kedua calon itu, Muhammad Asrul Indrawan (Ketua Asosiasi Driver Online Sumsel/caleg DPRD) dan Yulian Gunhar (anggota DPR RI/Ketua DPC PDIP Palembang).
Mereka berdua kandidat terbaik. “Saya yakin di tangan mereka, prestasi atlet dan olahraga di Sumsel semakin baik,” ulasnya.
Dalam proses pemilihan yang digelar Kamis (30/11), kelengkapan dokumen pencalonan dari kedua kandidat masih diperiksa.
Tapi, mereka berdua sudah mahal Rp 500 juta kepada panitia. Uang yang disetor oleh dua calon ini nantinya juga akan digunakan ketua terpilihĀ untuk segera menggerakkan KONI. Terutama menyangkut PMenurutnya, biaya pendaftaran yang dibebankan kepada calon ini bisa dipakai untuk menggerakkan roda organisasi, sembari menunggu dana hibah dari APBD cair.
Gunhar menambahkan, calon lain yakni Heri Amalindo telah sepakat mengusung dirinya karena kesamaan visi dan misi memajukan KONI Sumsel.
Soal persyaratan 30 persen dukungan, Gunhar menyebut sudah terpenuhi, baik dari cabor maupun 17 kabupaten/kota.
“Insya Allah, saat ini dari laporan yang saya terima, bisa aklamasi. Kita bermusyawarah saja untuk aklamasi. Soal dukungan masing-masing punya klaim. Untuk itu, mohon dukungannya,” tukas dia.(afi)ON XXI di Aceh-Sumut.
“Uang Rp 500 juta ini hanya sebagai tanda komitmen dan keseriusan calon tersebut untuk maju sebagai calon Ketua KONI Sumsel. Adapun uang tersebut, nantinya masuk ke rekening KONI dan digunakan sepenuhnya untuk kegiatan dan pembinaan di KONI Sumsel,” bebernya.
BagiĀ kandidat yang kalah, setoran uang komitmen akan dikembalikan.Ā Kadispora Sumsel, H Rudi Irawan mengungkapkan, pihaknya sangat apresiasi pelaksanaan Musprovlub KONI Sumsei.
Dia berharap Ketua KONI Sumsel terpilih nantinya akan mampu berikan hasil terbaik dan dunia olahraga di Sumsel,Ā termasuk dengan prestasi para atletnya tersebut.
“Kita apresiasi dan mendukung siapa pun nanti yang terpilih untuk menjabat Ketua KONI Sumsel. Semoga pembinaan atlet muda bisa terus berkelanjutan dan melahirkan atlet potensial yang dipersiapkan untuk jadi atlet profesional di bidang masing-masing,” pungkasnya.
M Asrul Indrawan yang saat ini menjabat Ketua Cabor Wushu Sumsel menyatakan kesiapannya untuk memimpin KONI Sumsel ke depan.
Dia telah melengkapi semua persyaratan untuk pencalonan. Termasuk mahar Rp500 juta. Ada pun visi misi yang diusungnyaĀ āAnjangsana menuju KONI Sumsel yang lebih baik, berwibawa, dan bermartabat.ā
Asrul berharap dengan dirinya masuk ke KONI Sumsel dan dibantu Agus Suhery sebagai inspirator, KONI Sumsel bisa menjadi lebih baik dan maju.
Ia tidak mempermasalahkan persyaratan yang mengharuskan calon ketua harus menyetorkan biaya Rp500 juta. āMemang tidak ada dalam AD/ART, tapi itu kesepakatan bersama yang kita junjung tinggi,ā beber Ketua ADO Sumsel ini.
Asrul menilai dengan bergabungnya Agus Suhery kedalam timnya membuat peluang dirinya menang sebagai Ketua KONI Sumsel menjadi 71 persen.
Terpisah, Yulian Gunhar, yang juga calon Ketua KONI Sumsel mengaku biaya pendaftaran alias dana keseriusan Rp 500 jutaĀ tidak menggunakan dana pribadi. Tapi urunan dari sejumlah pendukungnya.
“Rp 500 juta itu merupakan bentuk keseriusan calon Ketua KONI Sumsel,” ujarnya. (se/*)




