Kelompok Tani Akan Dididik Stigma Moderen
INDRALAYA,SuaraSumselNews | KEPALA Dinas Pertanian (Disperta) dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir (OI) Hasnandar Setiawan SE, kepada awak media mengatakan, ada program Pemkab Ogan Ilir yang patut diapresiasi yaitu program transformasi pertanian.
Bahwa transformasi pertanian merupakan program Pemkab Ogan Ilir diluncurkan awal tahun 2020. Saat itu bersamaan HUT Kabupaten Ogan Ilir ke 16 .Dengan program ini, petani akan dididik mengubah stigma pertanian tradisional kepada pola pertanian moderen.
Petani sudah menggunakan fasilitas moderen yang disediakan pemerintah.
Program ini akan memanfaatkan setiap lahan tidur menjadi lahan pertanian yang produktif, sehingga dapat meningkatkan penghasilan petani itu sendiri.
Kata Hasnandar, semua bentuk peralatan, bibit dan pemeliharaan, mulai dari pengelolaan lahan hingga panen menjadi tanggung jawab APBD. Dan
untuk dua tahun pertama, petani hanya menyediakan lahan dan tenaga. Kemudian baru ditahun ketiga petani diberikan pinjaman alat. Sedangkan biaya dibebankan kepada petani.
Artinya dalam dua tahun pertama tentunya petani sudah memiliki modal dari hasil pengelolaan lahan yang diolah para petani dibawah binaan Kelompok Tani. Sementara, bibit diperoleh dari sumber SHS dan PT Pertanian penyedia bibit milik BUMN.
Demikian pupuk juga sebagaimana telah tersedia dalam standar pertanian. Dan
terkait hasil, para petani dari hasil pertanian ini akan berkontribusi kepada BUMDes sebesar 2,5% . Adapun peralatan moderen yang disediakan pemerinta meliputi 50 unit kombet, dua unit exavator dan berikut opetator.
Terkait persyaratan, tentunya lahan yang akan dikelola harus jelas legalitasnya, kepemilikannya. Tidak tumpang tindih dan teroganisir dalam kelompak tani.
Program Pemkab Ogan Ilir. Hal ini selaras dengan program Menteri Pertanian RI dengan sebutan program Simultan (Sistim Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian).
Makanya, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir ini mengajak masyarakat petani Ogan Ilir untuk menyiapkan, menyambut dan mensukseskan pelaksanaan program Simultan, program transformasi pertanian.
Sementara itu beberapa petani di Indralaya mengakui,, menyambut positif program ini. Dan perlu sosialisasi secara terpadu, transparan dan lebih gencar. Karena masyarakat petani pada dasarnya tidak begitu jeli dan cepat memahami maksud transformasi pertanian dimaksud. Masyakarat lebih cendrung bagaimana mengatasi kesulitan ekonomi ditengah wabah Covid 19 saat ini.(*)
laporan ; gusti ali









想知道Telegram如何保障您的通讯安全?访问纸飞机,了解其核心特性,包括加密、频道和Bot平台。开启更安全的沟通方式。