Dinding dan Flapon Bangunan Pasar Kertapati, Tunggu Waktu Akan Roboh

Sudah tiga Kali Ajukan Renovasi

PALEMBANG, SuaraSumselNews | KINI Pasar Kertapati yang berlokasi di Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati Palembang cukup memprihatinkan. Karena kondisi bangunannya, terutama dinding, flapon rusak parah dan dihawatirkan akan roboh.

Apalagi, semuanya hampir merata rusak parah. Seolah pasar yang lokasinya sangat strategis di pinggir Sungai itu dan banyaknya pedagang, sepertinys kurang mendapat perhatian dari Pemkot dan PD Pasar Palembang Jaya.

Mengapa? Dan hasil pantauan media ini dilokasi, Sabtu (29/5) kemarin diketahui pasar Kertapati yang berlokasi di Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, itu harusnya memenuhi standar layaknya pasar tradisionall moderen. Dan lagi, letaknya dijalan Ki Marogan samping jembatan Ogan. Juga lokasinya berhadapan dengan Stasiun Kereta Api Kertapati.

Terkait kondisi pasar ini, banyak keluhan dari para pedagang. Dan mereka berharap ada perbaikan guna kenyamanan para pedagang maupun pembeli.

Lain halnya penjelasan para pedagang disini seperti yang diungkapkan Mbah Ngatiem (74), pedagang sayur sejak tahun 1990 ini sangat khawatir. apalagi saat hujan turun pengunjung pun enggan berbelanja. Sebab kondisi pasar tidak nyaman, jelasnya.

Juga Pak Suhardi (53) pedagang ayam potong ini menuturkan, kita sebagai pedagang berharap pasar Kertapati ini dibenahi dan diperbaiki.Mengingat kondisi bangunannya sudah tidak layak lagi, pintanya.

Terkait keluhan para pedagang itu, Kepala PD Pasar Kertapati H Hasani mengatakan, bahwa kondisi bangunan pasar inil pernah ada kejadian saat angin kencang. Bagian atapnya (seng) beterbangan dan nyaris melukai pengunjung pasar saat itu.

Ya, kita sudah ajukan permohonan hingga tiga kali dari tahun 2015 sampai 2019. “Memang pernah ada peninjauan dari PD Pasar Palembang Jaya. Namun belum ada perbaikan. Alasannya karena lahan (tanah) milik PT KAI,” terang Hasani kepada media ini.

Lanjutnya, benar, kami selalu ditanyai pedagang tentang iuran yang selalu dibayar dengan rutin dipungut. Mereka menanyakan kapan akan diperbaiki bangunan pasar. “Kita mau berkata apa, menjawab apa,” kilah Hasani yang tak menyebutkan jumlah pedagang disini..(asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *