Diminta Publik tidak Sudutkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko

PALEMBANG, SuaraSumselNews | DEWAN Pimpinan Nasional Sahabat Polisi Indonesia (DPN SPI) mengingatkan sejumlah pihak agar tidak mengkaitkan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri dalam kasus dana bantuan Rp 2 triliun.

Ketua Umum SPI Fonda Tangguh menuturkan, langkah Kapolda Sumsel sudah tepat. Langkah Kapolda tidak salah karena bersikap terbuka kepada seluruh masyarakat yang mau memberikan bantuan. Terlepas sumbangan itu benar atau tidak.

“Jadi, publik agar tidak mengkaitkan kasus itu dengan Kapolda. Jika terjadi kegaduhan maka pihak yang bertanggung jawab adalah penyumbangnya, bukan Kapoldanya,” kata Fonda dalam keterangan pers kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/8).

Peristiwa sumbangan cek bilyet giro senilai Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio itu diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

“Marilah kita maknai kejadian itu sebagai pelajaran penting dan tidak saling mempengaruhi dengan rumor-rumor yang beredar. Karena, saat ini para pelaku pemberi sumbangan telah dimintai keterangan kepolisian,” imbau Fonda.

Seperti diketahui, almarhum Akidi Tio mendadak menjadi sorotan publik saat menyampaikan sumbangan bernilai fantastis Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel. Seremoni penyerahan sumbangan tersebut digelar secara simbolis oleh putri Akidi Tio, Heryanti dan dokter keluarga Prof. Hardi Darmawan kepada Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri di Palembang, Senin (26/7).

Namun, sampai waktu yang ditentukan, uang tersebut ternyata belum bisa dicairkan karena mengalami beberapa kendala. Heryanti pun diperiksa ke Polda Sumsel.

Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Sialagan mengatakan, Heriyanti, menjanjikan sumbangan Rp 2 triliun cair Selasa (3/8). Janji itu disampaikan Heriyanti usai diperiksa selama delapan jam di Mapolda Sumsel, Senin (2/8). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *