Deru Resmikan Jaringan Listrik Banyuasin, Tegangan 226 Volt

PALEMBANG, SuaraSumselNews – ADANYA perluasan jaringan listrik di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) terus diupayakan Pemerintah Provinsi Sumsel. Salah satunya pengoperasian grid extension di Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Selasa (28/4).

Gubernur Sumsel Herman Deru meresmikan langsung pengoperasiannya. Perluasan jaringan ini sebagai upaya peningkatan kualitas tegangan listrik untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Sebelumnya, warga di wilayah itu kerap mengalami tegangan listrik rendah akibat jarak jaringan dari trafo yang cukup jauh.

“Bagi saya, mudah melihat suatu wilayah itu listriknya terpenuhi atau belum. Jaringan voltase ini dijawab oleh PLN dengan adanya pengoperasian ini dan dijawab cepat oleh PLN. Belakangan, PLN lebih cepat dari yang kita inginkan. Awalnya hanya beberapa titik, tetapi dilakukan lebih banyak,” katanya.

Berdasarkan data, sebelum dilakukan grid extension, jarak jaringan dari trafo terakhir mencapai 1,03 kilometer dengan tegangan yang diterima pelanggan sekitar 152 volt. Setelah peningkatan, jarak tersebut menjadi sekitar 0,15 kilometer dengan tegangan meningkat hingga 226 volt.

Infrastruktur yang dibangun meliputi pemasangan 12 tiang beton setinggi 12 meter dan 16 tiang beton 9 meter. Pembangunan gardu distribusi berkapasitas 50 kVA sebanyak 1 unit, jaringan SUTM sepanjang 0,6 kilometer, dan SUTR sepanjang 0,65 kilometer.

Deru menyebut bahwa listrik merupakan kebutuhan fundamental dalam kehidupan masyarakat modern. Menurutnya, percepatan tersebut merupakan hasil komunikasi efektif tanpa harus melalui prosedur panjang.

“Ini hasil dari komunikasi yang tidak harus formal. Biasanya harus ke DPRD, ke gubernur, tetapi kita short cut, kita potong jalur itu. Ini karena listrik tidak bisa ditunda, menjadi kebutuhan fundamental dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

“Kita bayangkan tidak ada listrik, apa yang bisa kita buat. Punya HP, TV, atau barang elektronik tidak berguna jika tidak ada listrik,” sambungnya.

Kata Herman Deru, Dia mengingatkan masyarakat menjaga jaringan listrik yang telah dibangun dan tidak mengambil aliran listrik secara ilegal. Selain itu, dia mengimbau masyarakat untuk disiplin membayar listrik serta menjaga keamanan jaringan.

“Pembayaran tepat waktu. Jangan merasa rugi jika dahan atau ranting pohon dipangkas jika mengganggu kabel. Demi kenyamanan dan keamanan kita bersama,” jelasnya.

Bupati Banyuasin Askolani menyambut baik pengoperasian jaringan ini sebagai solusi konkret atas keluhan masyarakat terkait kestabilan listrik.

“Dengan adanya grid extension ini, kami harapkan tidak ada lagi istilah lampu kedip atau pemadaman karena beban puncak. Jika listriknya stabil, industri akan tumbuh, dan otomatis lapangan kerja bagi masyarakat Banyuasin akan terbuka lebih lebar. Kami siap mendukung PLN dalam pembebasan lahan atau kendala teknis lainnya di lapangan demi kepentingan rakyat,” sambungnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID S2JB Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu Diksi Ervani Umar memyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mempercepat digitalisasi jaringan atau smart grid.

Keunggulannya untuk meningkatkan akurasi pengukuran beban dan memulihkan efisiensi isolasi jaringan yang sebelumnya mengalami degradasi.

“Grid extension ini diharapkan mampu memberikan operasionalisasi yang lebih optimal bagi sistem kelistrikan regional,” ujarnya. (*)