PALEMBANG. SuaraSumselNews —
Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di wilayah Sumsel akibat yang ditimbulkan dari karhutla. Dia mengaku turut mengalami apa yang dialami masyarakatnya selama ini.
“Ya ampun. Jangan sampai ada prasangka kalau kita ini enggak prihatin. Saya sebagai kepala daerah, begitu juga dengan bupati, wali kota, ini kan punya masyarakat yang dipimpin secara personal. Kita juga punya keluarga, punya anak, punya cucu,” kata Deru, Jumat kemarin.
Deru mengatakan, kabut asap di Palembang disebabkan banyak faktor, terutama kondisi tofografi yang rendah dan pengaruh arah angin dari titik karhutla menuju Palembang.
“Palembang menjadi tempat berkumpulnya asap karena topografi yang rendah,” kata dia.
Deru memastikan masyarakat yang mengalami ISPA akibat asap akan ditangani dengan baik. Dia menjamin pengobatan pasien ISPA tidak dikanakan biaya alias gratis.
Deru juga instruksikan seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti Puskesmas, untuk siaga 24 jam. Tim medis harus bergerak cepat melayani pasien dengan keluhan pernapasan.
“Untuk ISPA, utama yang diakibatkan oleh asap ini, saya instruksikan untuk sama sekali tidak dipungut biaya, kita gratiskan,” tegas Deru. (*)







