PALEMBANG, SuaraSumselNews | BPS Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tingkat Provinsi Sensus Pertanian 2023 (ST2023) dengan OPD terkait Provinsi Sumatera Selatan serta BPS dan OPD kabupaten/kota se- sumsel. Acara ini dihadiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD)/Dinas, stakeholder terkait Provinsi Sumatera Selatan dan kabupaten/kota se- Sumatra Selatan, internal BPS Provinsi Sumsel dan BPS kabupaten/kota se-sumsel, organisasi komunitas petani, pelaku usaha Pertanian serta awak media. Bertempat di Hotel The Zury Palembang, Selasa (29/11).
DR. Ir Zulkipli, M.Si Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan mengatakan,”
Hari ini adalah kegiatan dalam rangka ST2023, jadi kegiatan yang akan dilakukan tahun 2023 kita awali dengan koordinasi dengan perusahaan perusahaan pertanian dan nanti koordinasi akan kita lanjutkan dengan instansi pemerintah kemudian ke kelompok kelompok tani,” katanya.
Zulkifli mengungkapkan, Bahwa sektor dalam pertanian itu pertanian itu tidak ada yang ketinggalan, sehingga tujuan pemerintah untuk mendapatkan data akurat tadi bisa tercapai dengan baik.
” Target 2023 targetnya 100% semua akan terdata me rekruitmen petugas pelatihan baru nanti kita akan mendata. Untuk hasil akhir tahun 2022 kita hanya publisitas dan koordinasi saja,” ungkapnya.
Menurut Zulkifli, untuk petugas registrasi kurang lebih 13666 orang, dalam hal sensus pertanian semua hal dalam pertanian seperti luas lahan aktivitas pertanian mereka seperti apa sehingga dari sana kita nanti dapat membuat kesimpulan masyarakat petani itu sebaiknya seperti apa dan sumbangan nya terhadap pemerintah sampai saat ini seperti apa, petugas sensus pertanian pasti akan ada asuransi nya,” bebernya.
Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumsel Ir Agus Darwa, M.Si., menyampaikan,” Dinas perkebunan Mengapresiasi BPS Sumsel menyelenggarakan rakor ini. Jadi rakor ini tujuan utamanya untuk mendapatkan data akurat dalam pelaksanaan sensus pertanian 2023,” ucapnya.
Agus menerengkan, Kami Dinas Perkebunan Sumsel selaku dinas yang melayani dan membina semua masyarakat yang berkebun menghimbau baik perusahaan maupun masyarakat berkebun untuk memberikan data yang seakurat mungkin yang secara terinci, seperti mulai dari luas lahan tahun tanamnya jumlah tenaga kerja dan masyarakat berkebun juga berapa penghasilan nya sehingga bermanfaat dan nanti satu keluar data itu itulah data statistik dari BPS Indonesia,” terangnya.
” Kenapa data perkebunan ini selalu tidak akurat sebenarnya bukan tidak akurat akan tetapi data data ini lambat datangnya sehingga pada saat di tentukan datanya belum masuk sehingga data di BPS itu belum terdata,” ujarnya.
Agus menambahkan, Makanya kita tetap berpegang data yang ada di BPS sehingga ini nasional. Saya yakin dan optimis tahun 2023 sudah akurat dan benar benar. Makanya saya mengajak semua lapisan tadi supaya memberikan data seakurat mungkin secara terinci.
Kami akan pro aktif kebawah juga meminta laporan bulanan triwulan perusahaan semuanya dan akan kami laporkan ke BPS,” pungkasnya. (*)









探索Telegram的强大功能!访问电报中文版下载,了解其加密聊天、大型群组、频道和Bot生态系统。体验更强大的通讯工具。