Khusus di Dermaga 16 Ilir Palembang
PALEMBANG, SuaraSumselNews | DAMPAK Pandemi COVID-19, dan PPKM level 4 ini sepertinya lonjakan penumpang tak terlihat menaiki kapal cepat (Speed Boat) di dermaga pelabuhan Ampera 16 Ilir Palembang, (22/8). Bahkan sejak satu pekan terakhir, penumpang kapal tujuan Sungsang Upang dan Sungai Baung, Banyuasin Ogan Komering Ilir (OKI) ini masih sepi calon penumpang.
Lima hari setelah 17 Agustus 2021, dermaga pelabuhan kapal cepat (Speed Boat) di bawah jembatan Ampera 16 Ilir Palembang terlihat lengang. aktivitas arus penumpang. Toh hari ini, Minggu 22 Agustus 2021, masih juga terlihat minim calon penumpang. Bahkan para ABK kapal cepat (Speed Boat) yang ada di sana hanya terlihat duduk dan minum kopi sambil ngobrol dengan sesama ABK.
Dari pantauan media ini bahwa sebagian besar kapal cepat Speed Boat yang bersandar di dermaga pelabuhan Ampera, terlihat kosong penumpang. Hanya beberapa orang terlihat lalu-lalang tanpa membawa barang bawaan dalam jumlah besar.
Sementara meski hari libur, tak terlihat lonjakan penumpang. Memang ada beberapa orang yang terlihat menaiki kapal cepat (Speed Boat) dan melepas tali saat awak media ini tiba di dermaga pelabuhan Ampera 16 Ilir Palembang.
Namun tak ada satupun ABK yang mengaku tahu mengenai lokasi yang akan dituju oleh kapal cepat (Speed Boat) itu.
Kondisi semacam ini sangat jauh berbeda dari kondisi pada hari-hari biasanya. Menurut informasi yang didapat, hingga ssiang ini belum terlihat ramainya penumpang yang akan berangkat dari Kota Palembang menuju ke arah Sungsang, Upang, Banyuasin, dan Sungai Baung Ogan Komering Ilir (OKI).
“Biasanya hari-hari libur seperti ini, penumpang pasti banyak. Tapi sekarang kondisinya sangat jauh berbeda dari biasanya,” kata Rusli (48) salah seorang ABK kapal cepat saat ditemui media ini didermaga pelabuhan kapal cepat dibawah Jembatan Ampera, Minggu siang (22/8).
Anggap saja kita beberapa hari ini jalan-jalan di Kota Palembang bos. Yang penting bisa beli minyak, bisa makan, bisa minum kopi, dan bisa beli rokok. Dansisanya bisa dibawa pulang,” timpal Agus (46) seorang ABK kapal cepat (Speed Boat) lainnya. (*)
laporan : adeni andriadi








