oleh

Bupati Ogan Ilir Siapkan Formula Cegah Karhutla

Belum Terpantau Hotspot Karena Musim Hujan

 

INDRALAYA, SuaraSumselNews | BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, Iriansyah mencatat ada beberapa kabupaten yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Beberapa kabupaten di Sumatera Selatan tersebut diantaranya Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muaraenim, Musi Rawas Utara dan PALI.

Sementara di Ogan Ilir, menurut catatan BPBD setempat, sejauh ini belum terpantau ada hotspot atau titik api karena masih musim hujan.

“Kendati belum terpantau hotspot. Namun tim penanggulangan karhutla tetap siap siaga jelang musim kemarau di pertengahan tahun ini,” kata Kepala BPBD Ogan Ilir, Jamhuri saat apel siaga karhutla di Taman Sriwijaya, Indralaya Utara, Selasa (9/3).

Kata Jamhuri, BPBD Ogan Ilir menyiapkan 130 personil yang dilengkapi dengan kendaraan operasional. Kendaraan tersebut terdiri dari 13 unit motor trail modifikasi dan dua unit kendaraan roda empat.

BACA JUGA:  Drum Band Sumsel Mampu Jadi Wadah Pemuda Salurkan Bakat Bidang Musik

“Motor trail ini untuk menjangkau daerah kebakaran yang terpencil atau sulit diakses kendaraan roda empat,” ujar Jamhuri.

Petugas BPBD juga dibantu TNI, Polri dan Manggala Agni, saat di lapangan akan menyiapkan pompa air untuk memadamkan api dengan air yang berasal dari sumber air terdekat lahan gambut.

Selain itu juga, petugas menyiapkan fire extinguisher atau racun api untuk mematikan bara api yang masih menyala.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru yang memimpin apel siaga karhutla ini bahkan ikut mengingatkan Tim Satgas Penanggulangan Karhutla, mengenai hal-hal teknis di lapangan.

“Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pemadaman api di lapangan dan pemadaman potensial di lahan gambut, perlu dipraktikkan pada simulasi ini. Nantinya ini akan dipraktikan di lapangan jika terjdi karhutla,” terang Deru.

BACA JUGA:  Lagi, Gubernur Sumsel Dianugerahi Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021

Pemprov Sumatera Selatan untuk tahun ini menganggarkan dana Rp 30 miliar untuk daerah-daerah yang berpotensi mengalami karhutla.

Deru berharap, kesuksesan penanggulangan bencana kabut asap karena karhutla di tahun lalu, dapat kembali diulangi tahun ini.

“Tahun 2020, Provinsi Sumatera Selatan terbaik dalam penanggulangan karhutla. Ini perlu kit terapkan, termasuk upaya penegakan hukum terhadap oknum pembakar lahan. Kan itu ada landasan hukumnya,” kata mantan Bupati OKU Timur dua periode ini.

Pada kesempatan sama, Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar menegaskan komitmen penanggulangan karhutla di tahun 2021.

Menyimak paparan Gubernur Sumsel dan BPBD, Panca menyerukan kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

BACA JUGA:  Vaksinasi Massal OKI Fokus untuk Ibu Hamil

“Kita terus sosialisasi kepada masyarakat, termasuk lewat Safari Jumat, lewat kesempatan silaturahim lainnya agar masyarakat tidak membakar lahan walaupun dalam skala kecil. Karena dikhawatirkan dampaknya akan besar,” terang putra Wagub Sumsel, Mawardi Yahya ini.

Panca juga mengatakan, Tim Satgas Penanggulangan Karhutla di Ogan Ilir siap siaga di titik yang berpotensi ada hotspot.

“Kita lihat berdasarkan simulasi ini, Tim Satgas akan bekerja di titik api dengan cara memadamkan apig)dan juga menghilangkan titik api dengan peralatan fire extinguisher atau racun api, ” kata Panca. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.