Berlakukan Sistem Observasi

Fitri : Tak Lakukan Penimbunan Lahan

PALEMBANG, SuaraSumselNews | PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang rencakan memberlakukan sistem observasi penimbunan lahan. Maksudnya yang masuk dalam kategori tanah konservasi yang tak diperuntukan sebagai penimbunan. Hal itu karena fungsi tersebut sebagai resapan dan penampungan air.

‘’Ini tentunya berkaitan dengan upaya mengurangi terjadinya genangan air akibat musim penghujan lima tahunan seperti yang terjadi saat ini,’’ jelas Wawako Palembang Fitrianti.

Menurut dia, mengajak pada masyarakat yang memiliki tanah, agar tidak melakukan penimbunan. Apa lagi tanah tersebut termasuk kategori tanah yang memang termasuk konservasi.

Seperti kita ketahui, saat musim penghujan  kondisi dibeberapa wilayah mengalami banjir. Maka dari itu akan menjadi pembelajaran bagi Pemkot khususnya Camat, Lurah dan masyarakat bersama-sama mengawasinya.

“Ya kita tetap memperhatikan kebersihan sungai. Karena merupakan fokus utama kita bersama untuk melestarikannya. Misalnya anak sungai Tenang yang ada di Kelurahan Pulokerto. Insya Allah jika ini sudah diterapkan,maka perluasan banjir tak terjadi. Dan pada tahun 2019 nanti akan dilakukan normalisasi sungai,” jelasnya katanya Selasa kemarin (11/12) saat berkunjung ke Kelurahan Pulokerto.

Dia juga secara langsung meninjau lokasi pembuatan jembatan yang diusulkan masyarakat setempat sebanyak tiga titik. Dan juga adanya masukan tentang penambahan lampu jalan.

“Saya berharap pada masyarakat Kota Palembang agar tetap melakukan kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Ayo pada Hari Minggu kita bersama-sama melakukan gotong-royong,’’ pintanya. (*)

laporan : winarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar