PALEMBANG, SuaraSumselNews | Dengan meningkatkan mutu kerja tepat waktu dan tepat biaya melalui persaingan yang sehat, DPD AABI Provinsi Sumsel menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) tahun 2018. Yang dirumuskan dalam pembahasan program kerja di hotel Swarna Dwipa Rabu (14/11).
Kepala AABI Asmonsyi Asyik mengatakan pembahasan program kerja saat ini, dipaparkan mengenai teknologi baru seperti Aspal yang menggunakan sistem Aspal karet atau aspal plastik. Dimana kualitas dari aspal karet ini yang pastinya sebelum di produksi tentu sudah mengalami proses pengujian.
“Teknologi baru seperti aspal karet sekarang ini sudah sangat terkenal di berbagai negara seperti Eropa. Dan Indonesia khusus di Sumsel akan melakukan pengembangan teknologi itu,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk pengolahan sendiri sistemnya hampir sama melalui aspal Mixcer dan penghamparan melalui vinucer. Cuma hanya campuran dengan karet sebesar 7-9 persen. Anggaran sendiri itu tergantung Balai besar PUPR yang menggunakan anggaran APBN.
“Jika untuk APBD sesuai yang diutarakan pak Wagub bukannya mereka tidak tertarik namun pemerintah daerah tidak mau memakai cara percobaan. Maksudnya harus memakai biaya sendiri perusahaan tersebut,” tuturnya.
Untuk itu, iapun menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan Aspal karet untuk di Sumsel ini hanya satu yakni PT ABS melalui anggaran APBN di Kabupaten Empat Lawang. Untuk harga masih standar dan kualitas dari aspal karet ini sangat bagus mutu dan kualitasnya.
“Awal tahun 2018, menghampar Runway di jalan Sukarno Hatta. Kualitas jalan itu apabila sudah di Runway rata-rata kualitas itu diatas dari jalan biasa. Karena Pesawat itu bobot beban lebih saat landing,” paparnya.
“Harga masih standar tidak begitu berlipat. Kalau tidak berani mencoba teknologi baru kapan lagi mau mencobanya. Inilah prinsipnya jangan sampai ketinggalan untuk mencoba teknologi baru ini,” tambahnya.
Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya menyampaikan, Musyawarah kerja daerah ini banyak rumusan-rumusan penemuan daripada aspal karet. Dia mengharapkan supaya proyek APBD maupun APBN mengakomodir.
“Tadi sudah disampaikan saya kira untuk mengakomodir melalui dana APBD itu tidak mungkin kecuali itu sumbangsih dari perusahaan tersebut merupakan daripada promosi, “pihak swasta ingin memperkenalkan produknya tidak masalah jika biaya ditanggung sendiri.
Mawardi berharap kepada inisiator termasuk pendanaan saling kontrol saling keterkaitan, pungkasnya.




