Ardani : Pasca Kenaikan Harga BBM , Ogan Ilir Tetap Kondusif

Husnu Anam Anggota DPRD Ogan Ilir Sempat Intrupsi pada Sidang Paripurna

INDRALAYA, SuaraSumselNews – ANGGOTA DPRD Ogan, Husnul Anam menginterupsi pimpinan Sidang Paripurna DPRD Ogan Ilir yang membahas tentang persetujuan KUA PPAS APBD Perubahan Kabupaten Ogan Ilir tahun 2022 Rabu lalu (8/9).

Dalam interupsi tersebut, Husnul Anam menyampaikan penolakan Partai PKS terhadap kebijakan kenaikan harga dari pemerintah pusat yang ditetapkan tanggal 3 September lalu.

Menurut Husnul Anam kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi telah berdampak pada masyarakat luas. Apalagi saat ini Indonesia baru saja lepas dari dampak akibat pandemi Covid 19 yang telah mempengaruhi ekonomi masyarakat.

“Kami anggota DPR mulai dari pusat sampai daerah diinstruksikan untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena dirasa sangat memberitakan masyarakat. Kondisi ini berat bagi masyarakat karena masyarakat belum pulih dari pandemi (ditambah) harga migor (minyak goreng) belum stabil, harga cabe juga naik karena implikasi dari kenaikan harga BBM yang berdampak pada kenaikan harga bahan pokok, saat ini harga telur juga sudah mencapai Rp 31 ribu dari sebelumnya Rp 18 ribu,” kata Husnul Anam

Oleh sebab itu tegas Husnul Anam, PKS bersama masyarakat menuntut harga BBM dikembalikan ke harga semula.

Ketua DPRD Ogan Ilir Soeharto menanggapi tuntutan Husnul Anam tersebut, Dikatakan Soeharto anggota DPRD dari partai PKS Husnul Anam untuk menyampaikan tuntutannya melalui DPRD Provinsi Sumsel agar diteruskan ke DPR Pusat.

“Apa yang disampaikan Husnul Anam bagus karena menyampaikan aspirasi masyarakat tetapi saran saya sebaiknya disampaikan ke DPRD Provinsi Sumatera Selatan agar dibawa ke DPR Pusat,” kata Soeharto

Sementara Wakil Bupati Ogan Ilir Ardani mengatakan semua harus menghargai apa yang disampaikan oleh anggota DPRD asal partai PKS Husnul Anam.

Namun kata Ardani, terkait kenaikan harga BBM pemerintah pusat telah memberikan arahan untuk mengatasi dampak dari kenaikan harga BBM tersebut.

“Seperti dari kementerian sosial mulai bulan Oktober sampai Desember ada ada bantuan langsung tunai sebesar Rp 150.000 perorang kepada mereka yang terdampak kenaikan harga BBM, ada juga dari kementerian tenaga kerja, dari kementerian desa tertinggal juga ada termasuk dari pemerintah daerah ada 2 persen dari belanja transfer umum yang dialokasikan untuk bantalan dampak penyesuaian harga BBM ini,” jelas Ardani

Ditambahkan Ardani, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir sendiri akan mengawal proses pendistribusian dana BLT ke masyarakat terdampak agar tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan dari pemberian bantuan sosial tersebut.

“Terkait pemerintah daerah seperti saya sampaikan tadi ada 2 persen dari transfer umum yang ditujukan sebagai bantalan juga antisipasi dampak dari penyesuian harga BBM termasuk kemungkinan dengan adanya inflasi, ada juga anggaran belanja tidak terduga yang dapat juga digunakan,” jelas Ardani

Terkahir Ardani bersyukur pasca kenaikan harga BBM situasi di Ogan Ilir tetap kondusif dan masyarakat dapat memahami setelah ada sosialisasi.

“Alhamdulillah seperti kita lihat bersama situasi di Ogan Ilir tetap kondusif dan masyarakat sudah bisa memahami setelah ada sosialisasi-sosialisasi,” pungkas Wabup Ardani. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar