“Anggota DPRD Diciduk BNN”

Diduga Otak Bandar Sabu 5 Kg

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews | SIAPA anggota DPRD Palembang terciduk BNN Sumatera Selatan?
Ya, sosoknya D, anggota sontak membuat heboh, sejak Selasa pagi kemarin (22/9).

Sosoknya diketahui menjadi satu dari enam orang yang diamankan oleh BNN bersama dengan kepolisian di Sumatera Selatan. Dari pengerebekan ini, D diketahui menjadi otak sekaligus bandar dari 5 kilogram (kg) sabu sekaligus ribuan ekstasi.

Dia pun disangkakan menjadi bagian dari penjualan narkoba sabu seberat 30 kg dari Aceh yang sudah terlebih dahulu digagalkan BNN, akhir pekan lalu.

Diketahu D, ialah Doni. Tidak lain merupakan kader partai Golkar Palembang.Berikut profil D yang berhasil dihimpun : D adalah berpendidikan Sarjana Hukum dari Universitas Swasta di Palembang

Diketahui, jika Doni memiliki gelar sebagai sarjana hukum. Ditelusuri jika sarjana tersebut diperolehnya dari universitas swasta di Seberang Ulu Kota Palembang.

Baru setahun menjabat wakil rakyat.
Diketahui jika Doni ialah kader Partai Golkar yang terpilih dengan masa jabatan 2019-2024. Sehingga, jika dihitung dari masa pelantikan, maka masa kerja ia menjabat sebagai wakil rakyat baru satu tahun.

Dan dia termasuk yang loyal pada partai
Meski Ketua DPD Golkar Kota Palembang, Rubi Indiarta belum bersedia memastikan jika Doni yang diamankan ialah kader partai Golkar, namun ia membenarkan jika nama yang bersangkutan juga ada yang merupakan partai Golkar.

Doni yang merupakan kader partai Golkar dikenal loyal terhadap partai.
“Jika Doni yang dimaksud ialah kader partai Golkar maka ia tersebut orang terbuka sama partai, juga loyal,” katanya.

Di sisi lain, Robi mengaku tidak mengetahui persis usaha atau kehidupan ekonomi sang kadernya tersebut.Nsmun beliau dipercaya di Komisi I. Dan berdasarkan informasi yang dihimpun, Doni dipercaya berada di Komisi 1 DPRD Kota Palembang yang membidangi masalah pemerintahan. Doni juga dikenal cukup rajin ke masjid guna beribadah. Juga dikenal sebagai sosok yang cukup terbuka dan tidak banyak bicara.

Penggerebbekan terhadap Doni dan lima rekan lainnya juga beredar di media sosial. Nampak Doni menggunakan kaos merah yang digiring secara cepat oleh anggota BNN dan Kepolisian. Sampai Rabu (22/2), Doni dan rekannya masih menjalani penyelidikan di BNNP Sumsel. (“)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *