Aliansi Mahasiswa Sumsel Dukung Kondusifitas saat Asian Games

PALEMBANG, SuaraSumselNews – Sejumlah aliansi mahasiswa juga memiliki pikiran yang sama dengan menginginkan situasi kondusif saat perhelatan Asian Games di Kota Palembang. Menyikapi kedatangan Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet di Palembang pada tanggal 1 September 2018 di The Zuri Hotel yang akan menghadiri Forum Grup Diskusi yang dilaksananakan tanggal 1 September 2018 di The Zuri Hotel di tentang sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Ormas di Sumsel.

Perwakilan Aliansi Mahasiswa Peduli Sumsel STIHPADA Palembang, Anjas Asmara saat ditemui, Kamis (30/08) mengungkapkan melarang dan menentang jika ada deklarasi ganti presiden.

“Kami tidak akan melarang jika deklarasi ganti presiden itu dilakukan usai Asian Games, namun untuk sekarang, apapun bentuk kegiatan jika diduga dapat mengganggu kondusifitas Asian Games akan kami tentang,” ujar Anjas Asmara.

Anjas berharap dan meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak memberikan izin kepada semua pihak yang hendak menggelar kegiatan berbau politik. Apalagi dapat menimbulkan kisruh di tengah masyarakat, terlebih lagi sekarang tengah ada perhelatan Asian Games,

“Sebagai tuan rumah kita harus menjaga dan situasi keamanan agar tetap kondusifitas,” jelasnya.

Adapun kampus yang tergabung dalam Aliansi ini yaitu para mahasiswa dari Universitas Muhmmadiyah Palembang (UMP), Universitas Stihpada Palembang, Universitas Stisipol Chandradimuka, Universitas Taman Siswa, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dan Universitas Bina Darma.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumsel, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno, mengatakan akan mendengarkan aspirasi mahasiswa dan menerima surat yang disampaikan oleh mahasiswa kepada pihak polda.

“Seyogyanya kegiatan yang menjadi pro kontra dimasyarakat tidak dilaksanakan dulu disaat Sumsel sedang melaksanakn Asian Games. Untuk tetap menjaga kondisi kondusif di Sumatera Selatan,” tuturnya.

Ia menambahkan, zero konflik sudah terjadi sangat lama di Sumsel dan kita capai dengan bersama-sama. “Hal ini jangan sampai ada gesekan masyarakat di Sumsel sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi masyarakat Sumsel,” jelasnya. (ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *