Adrianus Amri Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang yang Baru

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Pj Wali Kota Palembang Ratu Dewa melakukan rolling jabatan pada 92 pejabat struktural di lingkungan Pemkot Palembang. Mulai dari Kabid hingga Camat dan Sekretaris Camat Jumat kemarin.

Salah satu pejabat struktural yang dilantik yakni Adrianus Amri yang semula menjabat Kepala Protokol dan Komunikasi Setda Palembang kini menduduki jabatan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Dia menyebut tugas di Dinas Pendidikan Kota Palembang merupakan hal baru baginya. Namun dia akan tetap belajar dan mengemban amanah itu.

Dia akan melaksanakan amanah sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang dengan mendukung kinerja Kepala Dinas dengan menjalankan program unggulan di Dinas Pendidikan salah satunya dengan jemput bola, membuat Kartu Identitas Anak (KIA) sesuai dengan instruksi Pj Wali Kota Ratu Dewa.

Selain itu juga dia memastikan akan mendukung transparansi pendidikan dengan menindakpungli sebab isu pungli ini sangat sensitif di saat penerimaan siswa baru.

PPDB SMP dan SD akan murni dilaksanakan dengan pendaftaran online sehingga tidak ada siswa titipan atau melalui jalur belakang.

“Dunia pendidikan harus didorong maju dengan menciptakan guru berkualitas juga pendidikan yang baik bebas pungutan liar,” ujarnya.

Upaya agar pungli ini hilang adalah dengan menjalankan program penerimaan peserta didik baru online sehingga tidak ada celah pertemuan offline yang berujung pungli.

Pj Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan pertimbangan rolling pejabat ini murni karena penilaian kinerja dan dia ingin pejabat struktural bisa bekerja dan melayani masyarakat lebih baik lagi.

Ratu Dewa berpesan agar pejabat struktural bisa bekerja maksimal melayani masyarakat dan melakukan layanan jemput bola sehingga mendengarkan keluhan dan melayani masyarakat.

Dia menyebut pergeseran jabatan ini bukan sebuah hukuman namun amanah untuk membantunya memimpin Palembang.
Ratu Dewa juga menyebut jabatan itu ada tiga hal bisa jadi sebagai anugerah dari Allah, boleh jadian ancaman kekotoran, dan boleh jadi musibah tergantung bagaimana penerima amanah. (*)