Ada Dugaan Konsumsi Narkoba, Sopir Truk Tabrak Kamera ETLE

BANYUASIN, SuaraSumselNews | ADA dugaan mengkonsumsi narkoba, pengemudi mobil truk Mitsubishi Cold Diesel Nopil BG 8413 IB menabrak tiang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Jambi, Minggu ( 2/3) malam.

ETLE yang terletak Simpang perkantoran Kelurahan Kayuara Kuning, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin tiang roboh dan kameranya rusak.

Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi sedikitnya sekitar satu milyar rupiah lebih, karena peralatan ETLE sebagian hancur.

Berdasarkan informasi, kendaraan truk Mitsubishi Cold Diesel BG 8413 IB yang dikemudikan MZ berpenumpang Rendi dari arah Jambi tujuan Palembang.

“Sopirnya konsumsi narkoba, mungkin itu yang menyebabkan dia (Marzuki- red) kehilangan kendali saat mengendarai mobil truk itu,” kata Kapolres Banyuasin AKBP Imam Safei, Selasa (4/4).

Berhubung tiang ETLE yang berada di sebelah kiri jalan sehingga mengakibatkan tiang ETLE roboh dan melintang di jalan lintas.

Akibatnya sempat terjadi kemacetan dari dua arah, tapi oleh anggota Satlantas Polres Banyuasin langsung ditindaklanjuti dengan mengatur arus lalu lintas.

Dari kejadian tersebut pengemudi mengalami luka lecet di tangan kiri dan penumpang tidak mengalami luka.

Untuk penanggung jawab ETLE sendiri menurut Imam, Satuan Lalulintas Polres Banyuasin yang mendapat hibah dari pemerintah Kabupaten Banyuasin.

“Penanggung jawab itu Satlantas, alatnya memang hibah dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin, “Dari nilai untuk pengadaan ETLE sendiri bernilai miliaran rupiah,” ujarnya.

Terpisah Kasat Lantas AKP Indrowono saat di mintai dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan.
“lagi mau vidcon, ada Kapolri ” katanya terburu-buru.

Kemudian, Kasatnarkoba AKP Junardi mengatakan terkait pengemudi mobil yang diduga mengkonsumsi narkoba membenarkan sesuai hasil tes urin.

“Benar hasil test urinenya positif. Namun dia mengkonsusi di wilayah Palembang dan tidak ditemukan BB lain terkait narkoba. Ya tindakan kita lakukan riksal setelah itu kita lanjutkan ke BNN untuk rehab,” terangnya. (*)
laporan : temi jen husni