PALEMBANG, SuaraSumselNews – PEMKAB Banyuasin menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi musim kemarau 2025 yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, menegaskan bahwa tim terpadu siap siaga 24 jam untuk mencegah dan menanggulangi potensi kebakaran di wilayahnya.
Komitmen itu disampaikan Netta saat menghadiri Apel dan Simulasi Kesiapsiagaan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan yang digelar di Griya Agung, Palembang, Selasa kemarin (29/7).
Acara ini dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala BNPB, Kepala BMKG RI, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, serta jajaran Forkopimda Sumsel.
Dalam arahannya, Menteri Hanif menekankan pentingnya upaya pencegahan sebagai kunci pengendalian karhutla, selaras dengan instruksi Presiden RI.
Selain menjaga lingkungan, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam mengurangi emisi gas rumah kaca di tengah ancaman krisis iklim global.
Menjawab tantangan itu, Pemkab Banyuasin bergerak cepat.
“Saat ini, di Kabupaten Banyuasin telah berdiri lima posko terpadu pengendalian karhutla. Hingga hari ini, kami sudah menangani sembilan titik kebakaran,” ujar Wabup Netta Indian kepada wartawan.
Lima posko tersebut tersebar di wilayah rawan karhutla, Pangkalan Balai, Pulau Rimau, Tanjung Lago, Air Kumbang, dan Rambutan. Netta menyebut, sembilan kejadian kebakaran yang sudah berhasil ditangani berada di Kecamatan Rantau Bayur (5 kasus), Rambutan (3 kasus), dan Suak Tapeh (1 kasus).
Tim yang diterjunkan bukan main-main. Pemkab Banyuasin menggandeng TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, kelompok tani peduli api, relawan siaga bencana, serta unsur masyarakat dalam satuan tim terpadu.
“Kami berkomitmen melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan akan terus menjadi prioritas,” tegas Netta.
Apel kesiapsiagaan ini, lanjut Netta, juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kesiapan peralatan, personel, serta memperkuat koordinasi antar lembaga. Ia memastikan seluruh elemen siaga 24 jam, terutama melalui koordinasi intensif BPBD dan posko-posko yang sudah dibentuk. (an)




