Warga Tertolong, ‘Kalangan’ Secondong Tetap Menawan

Transaksi Jual Beli Makin Semarak

 

KAYUAGUNG, SuaraSumselNews | AKTIFITAS jual beli perdagangan di seputar pasar tradisional (kalangan) Desa Secondong Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis pagi (26 /11) terpantau mulai terlihat disesaki oleh ratusan pembeli.

“Ada sedikit kenaikan harga tapi tidak seberapa dari harga sebelumnya. Masih normal dari pekan lalu,” ujar pak Amri (50) salah seorang pembeli saat ditemui media ini tengah berbelanja di kalangan di Desa Secondong.

“Semua pedagang di pasar tradisional ini, kembali melaksanakan aktivitas jual beli. Kondisinya sudah buka semua, lonjakan harga masih stabil,” tambahnya.

Dimana pasokan barang dan bahan makanan di pasar tradisional di desa kami masih terjaga. Ya minggu ini, merata, semua kebutuhan pokok ada dijual disini. Sepertinya pasokan tetap terjaga,” jelasnya.

Pantauan media ini, di pasar tradisional di Desa Secondong hingga saat ini, lonjakan harga relatif tidak terlalu besar. Dan harga sejumlah kebutuhan pokok tetap beragam. Semua dijual dengan harga secara bervariasi.

“Saya berterima kasih kepada pedagang karena tidak melakukan transaksi jual beli dengan menaikkan harga seenaknya. Mereka sepertinya sadar dengan situasi dan kondisi kami sebagai pengunjung,” ujar Bu Tuty (53) saat dihampiri tengah berbelanja di sini.

Ia mengaku sengaja memilih untuk berbelanja di pasar tradisional Desa Secondong, karena pasar ini relatif punya segmen berbeda dari pasar tradisional lain yang ada di Bumi Bende Seguguk.

Biasanya, kalau tidak disini, saya berbelanja di pasar tradisional di Kecamatan SP Padang. Barang-barang yang ada di pasar tradisional di Kecamatan SP Padang cukup terseksi,” paparnya.

Diakuinya, mengetahui tentang pasar tradisional tersebut dari kerabatnya. Saya berharap Dinas Perdagangan beserta dinas terkait khususnya Pemkab OKI, baiknya mempromosikan semua pasar tradisional yang ada di Kabupaten OKI. Saya lebih suka berbelanja di pasar tradisional dari pada pasar modern.

Berbelanja sambil menikmati suasana pedesaan itukan asik. Di pasar tradisional kita bisa melihat kearifan lokal masyarakat setempat,” tuturnya.

“Pasar ini bisa dijadikan tujuan wisata bagi warga asing dan masyarakat dari luar kota,” katanya.

Suasana pasar tradisional di Desa Secondong, mulai terlihat disesaki oleh pembeli. Seorang pedagang ikan yang sudah kembali berjualan di pasar tradisional Desa Secondong, Alamsyah (59), mengakui, semua pembeli yang sudah menjadi pelanggan tetap saya. Banyak yang menelpon saya, katanya pasar sudah kembali normal, kenapa saya tidak berjualan? Makanya hari ini saya kembali berjualan, terangnya.

Juga harga ikan di pasar Desa Secondong masih relatif normal. “Kenaikan harga ada, tapi tidak terlalu besar. Biasalah kalaunaik seribu dua ribu,” ujarnya. (den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

Berita Terkait