Warga Ogah Pindah Rumah

Abaikan Sarana Penunjang Aliran Listrik

PANGKALAN BALAI, SuaraSumselNews | DIKETAHUI belum pindahnya sejumlah warga RT 25 Kelurahan Pangkalan Balai (Banyuasin) yang berlokasi di bantaran Sungai Bom Berlian, masih banyak permasalahan.

Buktinya, dampak 50 rumah bantuan dari pemerintah tersebut, karena belum lengkapnya sejumlah pasilitas penunjang. Diantaranya, tak tersedianya sarana air bersih dan  aliran listrik rumah tangga.

Hal ini diketahui setelah adanya pertemuan pihak kecamatan bersama warga setempat yang dipimpin Camat Banyuasin lll, Dra Yuni Khairani diruang rapat kantor setempat, Senin kemarin (23/10).

Wani (55) warga Bom Berlian yang belum mau direlokasi menjelaskan, alasan belum pindahnya mereka karena perumahan tersebut belum dilengkapi pasilitas menunjang. ‘’Hampir setahun perumahan tersebut selesai dibangun. Tapi sarana penunjang lainnya belum tersedia. Makanya,warga belum menempatinya,’’ ujar dia.

Kata Wani, kendati rumahnya tergolong bagus, tapi sarana penunjangnya belum tersedia. Misalnya sarana air bersih dan aliran listrik dari PLN, spertinya dibaikan. “Kami minta, pemerintah untuk mendata ulang warga yang memiliki rumah di bantaran sungai Bom Berlian,” harapnya.

Menangapai keluhan warga tersebut, Ketua RT 25, Edi Yusuf menjelaskan, saat ini 32 KK yang mendiami rumah tersebut. Tentang ketersedian air dan listrik, pihak kontraktor bersedia siapkan sumur dan membelikan jenset. Termasuk, perbaikan kerusakan konci pintu/jendela maupun bangunan gedung yang retak-retak,” terang Edi.

Ditambahkan Camat Banyuasin III, Dra Yuni Khairani,  sebenarnya tak ada kendala warga untuk pindah. Sebab, pihak ketiga telah berupaya memberikan pasilitas. Maksudnya agar rumah tersebut segera ditempati.

Bahkan kontraktor bersedia buatkan sumur dan siapkan jenset. Maksudnya, agar segera ditempati. ‘’Saya telah menemui wakil bupati tentang keluhan warga. Mudah-mudahan tahun 2019, dianggarkan pembangunan akses jalan disini,’’ ujar Yuni.

Tegasnya, tak ada kendala bagi warga untuk tidak pindah. Setiap yang terdata di 50 KK harus mendiami rumah tersebut. Bila tidak, warga akan diberikan surat pernyataan. Tujuannya, agar dapat ditempati oleh warga lain yang berhak menempati rumah tersebut.

“Sebelumnya hasil verifikasi diketahui ada 63 KK warga di bantaran Sungai Bom Berlian yang sering alami banjir, bila musim penghujan,” papar Yuni lagi. (*)

laporan : temi jen husni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *