Wabup OKU Jadi Tersangka

Senin (6/1) Tersangka Diminta Keterangan

 

PALEMBANG, SuaraSumsel News | POLDA Sumsel menetapkan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Johan Anuar, sebagai tersangka. Hal ini terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah kuburuan.

Direktur Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Anton Setiawan, mengatakan, pihaknya sudah dua kali melakukan pemanggilan terhadap Johan Anuar untuk dimintai keterangan mengenai masalah tersebut. Namun yang bersangkutan selalu berhalangan hadir.

“Makanya, Senin (6/1) yang bersangkutan (Johan Anuar) akan kami mintai keterangannya sebagai tersangka. Penetapan status tersangka sejak Desember ini,” kata dia, Selasa (31/12).

Menurutnya, ini merupakan kasus lama, di mana saat itu Johan Anuar masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD OKU. Dan sempat juga ditetapkan sebagai tersangka, mekipun kemudian kasus ini ditutup atau SP3 setelah yang bersangkutan memenangkan gugatan praperadilan pada tahun 2018 lalu.

“Penyedik menemukan temuan baru mengenai kerugian negara. Nanti akan kita beberkan setelah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” katanya.

Kata dia, selain itu, pihaknya juga mengaku siap jika Johan Anuar kembali mengajukan gugatan praperadilan terhadap penetapan status tersangka tersebut. Sebab, bukti yang dimiliki penyidik kali ini cukup kuat.
“Jika kembali dipraperadilkan, Insya Allah kita menang,” jelas nya.

Sementara, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (wakapolda) Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan, mengatakan kasus yang menjerat Johan Anuar merupakan kasus lama mengenai dugaan mark up dalam pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Bindun Langit, Kecamatan Baturaja, Kabupaten OKU tahun anggaran 2012 lala.

“Kita apresiasi penyidik serta Dirkrimsus yang baru karena sudah menetapkan Johan Anuar sebagai tersangka,” katanya lagi.

Sebagai informasi, kasus korupsi pengadaan lahan kuburan di OKU tersebut bersumber dari APBD sebesar Rp 6,1 miliar. Setelah diaudit BPK, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 3, 49 miliar.

Sebelumya sudah ada empat orang yang terlibat dan telah dijatuhi pidana terkait kasus ini, yakni Hidirman pemilik tanah, mantan Kepala Dinas Sosial OKU, Najamudin, mantan Asisten I Setda OKU, Ahmad Junaidi, dan mantan Sekda OKU Umirtom.

Diketahui, Johan Anwar yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD OKU juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, yang bersangkutan memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Baturaja tahun 2018. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *