PALEMBANG, SuaraSumselNews – Hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan pada Selasa lalu (22/9) malam membuat kualitas udara di Kota Palembang yang sempat memasuki level berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali ke level sedang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, konsentrasi partikulat atau PM 2.5 berada di angka 23,3 mikrometer atau di level sedang sejak pukul 01.00 WIB.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis mengatakan, kualitas udara di Palembang mulai membaik akibat dampak dari hujan. Dari pantauan mereka, hujan hampir terjadi di seluruh wilayah Sumatera Selatan sejak kemarin.
“Dampak hujan kemarin, kualitas udara hari ini menjadi membaik karena membersihkan partikulat di udara. Kondisi tersebut membuat konsentrasi PM2.5 di Palembang mengalami penurunan,” kata Wandayantolis, Rabu (23/9).
Menurut Wandayantolis, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada pagi dan sore hari turut memperkuat potensi pembentukan hujan. “Hujan kemarin bersifat natural yang diperkuat juga oleh OMC,” ujarnya.
Wandayantolis menyampaikan, secara umum, hujan yang turun memiliki intensitas ringan hingga sedang dengan curah hujan sekitar 6-50 milimeter per hari. Di sejumlah wilayah lainnya, hujan tercatat lebih deras dengan intensitas 51-100 milimeter per hari.
Meski hujan membantu memperbaiki kualitas udara, kondisi tersebut diperkirakan tidak bertahan dengan intensitas yang sama dalam beberapa hari ke depan. “Peluang hujannya berkurang. Namun, menurut prakiraan tim dari Stamet SMB II, ada peluang hujan ringan hari ini dan besok. OMC diharapkan bisa memperkuat potensi hujan tersebut,” kata dia. (*)




