LAHAT, SuaraSumselNews | TRUK batubara alami kecelakaan di Desa Kebur, Merapi Barat. Diduga sebuah mobil truk angkutan batubara peti kemas itu kecelakaan Senin (31/1) dengan kondisi jalan licin akibat diguyur hujan tadi malam,
Truk angkutan batubara dengan nomor polisi L 8047 UD plat kuning diduga rem blong menghantam sebuah rumah milik warga. Dari kejadian ini belum diketahui pasti penyebabnya. Namun dari informasi yang dihimpun bahwa truk petikemas mengangkut batubara yang ada di Desa Kebur, dari PT Priamanaya, Keban Agung. Diketahui, kejadian kecelakaan ini sudah terjadi dua kali di Desa Kebur, hingga menelan korban jiwa, jelas sumber media ini.
Sumber dari Sugian warga Kebur yang kami percaya melalui pesan Washhap truk angkutan batubara menghantam rumah warga Desa Kebur hingga hancur, diduga akibat rem blong sopir hilang kendali.
Truk tersebut membawa batubara dari tambang PT Primanaya, menuju stok file ke Muara Lawai. Dari kejadian semalam menurut Sugian bahwa truk tersebut sudah tidak layak untuk dioperasikan. Mengingat kondisi truk tersebut sudah terlalu tua, dan harus masuk bengkel dan di istrirahatkan.
Dari kejadian ini tidak ada korban jiwa, kerugian yang dialami pemilik rumah belum bisa dirinci,
Sementara, Sudarman Mantan Anggota DPRD Lahat menyikapi masalah sering terjadi kecelakaan angkutan batubara. Dia meminta pihak Pemerintah Daerah melalui Dishub untuk menertibkan angkutan batubara yang tidak layak berjalan alias faktor usia kendaraan. Dan seharusnya sudah dikandangkan oleh pemiliknya. Namun masih ada yang berjalan mengangkut batubara, terang ” Sudarman
Ia meminta agar angkutan batubara yang tidak layak berjalan faktor usia mesin tahun pembuatan Dishub untuk mengevaluasi dan melakukan penertiban angkutan batubara bila perlu di beri sanksi pemilik angkutan nya kalau masih berjalan ” ucapnya (*)








