Travo PLN Meledak, Warga Indralaya Cemas dan Takut

Warga Minta Pindahkan Travo

 

INDRALAYA, SuaraSumselNews | WARGA sempat kaget dan terkejut, Kamis pagi (30/4). Karena tak menyangka kondisi cuaca cukup cerah, ternyata masih juga terjadi kerusakan aliran PLN.

Kali ini salah satu travo PLN Indralaya berkekuatan 20ribu Ampre berlokasi di KM 32 Timbangan Indralaya Utara Ogan Ilir, tiba-tiba meledak dan gemparkan warga setempat serta wilayah sekitarnya.

Warga di sini, H Sofyan Hamid (67) kepada wartawan mengatakan, travo PLN yang berlokasi depan kediamannya meledak dan mengeluarkan suara yang cukup keras.

Meledaknya travo ini sudah untuk ke dua kalinya, sejak dilakukan penggantian. Semula travo ini terdapat dua unit kembar. Namun entah kenapa sekarang hanya dipasang satu unit. Mungkin ini menyebabkan travo meledak karena beratnya beban, tutur H Sofyan Hamid.

Dikatakannya, dengan telah ke dua kalinya travo ini meledak, warga sekitar sudah sangat cemas dan takut kalau-kalau nantinya meledak lagi. Ledakan travo ini disamping mengeluarkan dentuman suara keras juga beberapa material besi jatuh diduga material travo ini.

Oleh karena itu dirinya bersama beberapa warga yang didominasi ibu-ibu rumah tangga itu, berharap travo dipindahkan dan tidak lagi didekat kediaman mereka.

Sementara itu kepala PLN Indralaya melalui Manager Jaringan PLN Indrlaya, Yuspan Kornedi, menanggapi harapan masyarakat yang meminta travo ini dipindah, namun masih harus melalui proses.

Ya untuk saat ini yang penting bagaimana pihaknya segera memperbaiki jaringan dan mengganti travo jika benar rusak meledak.
Saat ditanya berapa lama waktu perbaikan travo tersebut, Yuspan menjelaskan, jika memang travonya yang meledak, maka akan memakan waktu hingga satu hari. Hsl itu karena akan mengganti travo. Tetapi jika hanya materialnya saja, maka tidak memakan waktu lama sudah dapat berfungsi kembali.

Saat ditanya apa saja penyebab seringnya aliran PLN Indralaya mati dan dikeluhkan konsumen, Yuspan menjelaskan, bahwa ada 80% penyebab terputusnya aliran PLN. Masing-masing adalah oleh pepohonan, 10% oleh hewan dan 10% lainnya karena material dan cuaca.

Terkait penyebab terputusnya oleh pepohonan adalah karena jalur kabel di Ogan Ilir banyak pepohonan. Yang lebih sulit lagi ketika pihaknya akan melakukan penebangan pohon, terlebih lagi pohon milik warga, dan warga menolak untuk ditebang.

Oleh karena itu pihaknya berharap kepada warga yang kebetulan pohon buah-buahan atau lainnya, ketika pihaknya akan melakukan pemotongan agar masyaraka tidak keberatan. Mengingat upaya ini adalah untuk kepentingan bersama dan kelancaran arus listrik PLN, khususnya ke desa – desa. (*)

laporan : gusti ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *