Oleh : Anto Narasoma
terkulai tubuhmu
ketika unsur dirimu
dibanting masa lalu
penuh dentuman api
pertempuran
dari garis-garis tua
di wajahmu yang lusuh
bara perjuanganmu
diam diam masih bergemeretak panas
sebab ketika perjuanganmu tiba
di bukit Charitas,
pasukan Belanda
kocar-kacir dihantam
potongan bambu runcing
o masihkah kebencian
atas kedengkian bagi
keangkuhan senjata
penjajah itu mengarah
ke kisah masa lalu?
dari cahaya matamu
yang sayu, sayup-sayup
pekik merdeka itu
tumbuh dari bibirmu
lalu kau nikmati
setiap potongan kisah
ketika sepenggal bambu runcing itu tajam menusuk ke masa-masa perjuanganmu
karena pekikan merdeka
tak akan mampu melukai
dentuman meriam,
andaikan ujung mata
bambu runcing itu
tak mampu menjadi letusan kepahlawananmu
maka terkulailah dirimu
ketika perang lima hari lima malam itu tercatat
sebagai cerita heroik
di hari kepahlawananmu
Palembang
10 November 2022




